nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cuaca Ekstrem Diprediksi Landa Pantai Barat Sulsel hingga 7 Januari 2020

Jum'at 03 Januari 2020 08:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 03 609 2148753 cuaca-ekstrem-diprediksi-landa-pantai-barat-sulsel-hingga-7-januari-2020-AcYr5IfihG.JPG Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

MAKASSAR - Cuaca ekstrem berpotensi melanda wilayah Pantai Barat Sulawesi Selatan (Sulsel) hingga 7 Januari 2020 mendatang. Informasi itu disampaikan Balai Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV Makassar.

BBMKG Makassar menyebutkan, sejumlah kabupaten yang termasuk dalam wilayah Pantai Barat Sulsel tersebut meliputi Kabupaten Barru, Pangkep, Maros, Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, sebagian wilayah Bantaeng dan Kabupaten Kepulauan Selayar. Sedangkan puncaknya diprediksi pada akhir Januari hingga awal Februari 2020.

"Sampai tanggal 7 Januari, wilayah Pantai Barat Sulsel ada peringatan kemungkinan adanya cuaca ekstrem, termasuk daerah Luwu Raya," ujar Kepala Bidang Data dan Informasi BBMKG Wililayah IV Makassar, Hanafi Hamzah dikutip dari iNews.id, Jumat (3/1/2020).

Menurutnya, secara umum dari historis prakiraan cuaca, curah hujan rata-rata 700-800 ml untuk bulan Januari. Kendati begitu, kondisi ini disebut belum menghawatirkan, kecuali bila hujan turun terus menerus hingga 24 jam. Seperti yang terjadi pada 2019 lalu di mana 10 kabupaten di provinsi itu dilanda banjir parah. BBMKG pun mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi.

"Mumpung masih belum turun hujan lebat dan besar, masyarakat harus siaga karena ada faktor lain yang menyebabkan air hujan bisa tertahan dan mengakibatkan banjir, seperti drainase yang tersumbat karena sampah maupun pembuangan yang tidak berfungsi dengan baik," tuturnya.

Pihaknya lanjut Hanafi, akan terus melakukan sosialisasi agar masyarakat tahu dan tangguh menghadapi bencana alam yang bisa saja terjadi kapan saja.

"Cuaca ekstrem ini biasanya disertai angin kencang, hembusannya kuat. Jadi warga sebaiknya pastikan tanaman di sekitar tidak terlalu rimbun menahan laju angin. Termasuk pemilik papan reklame juga harus memastikan papanya kuat," tandasnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini