BENGKULU - Forcaster Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Fatmawati Soekarno, Bengkulu, mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di 10 kabupaten/kota di provinsi Bengkulu, pada Rabu 8 hingga 10 Januari 2020.
Cuaca ekstrem tersebut berupa potensi hujan Lebat hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang. Prediksi itu diperkirakan terjadi pada pagi, siang, sore dan malam hari.
Forcaster BMKG Stasiun Meteorologi Fatmawati- Soekarno, Bengkulu, Harits Syahid Hakim mengatakan, adanya konvergensi (pertemuan massa udara) di Samudera Hindia Barat Bengkulu, yang disebabkan dari tekanan rendah di Selatan Pulau Jawa, hingga terjadinya cuaca ekstrem.
Selain itu, lanjut Harits, cuaca ekstrem disebabkan adanya fenomena aktivitas Madden Jullian Oscillation (MJO) atau massa udara basah dan fenomena gelombang atmosfer (Rossby dan Kelvin Wave) ke wilayah Indonsia, termasuk di Bengkulu.

Di lihat dari peta angin, jelas Harits, di bawah pulau Jawa terdapat tekanan rendah yang memicu pertemuan massa udara (konvergensi), di Sumatera bagian Selatan hingga pulau Jawa. Sehingga berefek seperti domino. Dari tekanan rendah tersebut menimbulkan dampak yang lain, yaitu konvergensi.