Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca Signifikan Turunkan Intensitas Hujan Lebat Jabodetabek

Achmad Fardiansyah , Jurnalis-Rabu, 08 Januari 2020 |09:20 WIB
Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca Signifikan Turunkan Intensitas Hujan Lebat Jabodetabek
Ilustrasi hujan mengguyur DKI Jakarta. (Foto : Okezone.com/Heru Haryono)
A
A
A

JAKARTA – Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang dilakukan BPPT dan TNI dengan dukungan BNPB berhasil menurunkan intensitas hujan sedang hingga lebat yang seharusnya tiba di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek), seperti pada Senin 6 Januari 2020. BNPB akan terus melakukan operasi ini untuk menghindari hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Jabodetabek.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB, Agus Wibowo, mengatakam pada Selasa (7/1/2020), pesawat CN 295 dan Casa 212-200 milik TNI melakukan 4 sorti penyemaian awan dengan cakupan wilayah barat daya, barat, barat laut. Total bahan semai NaCl untuk penyemaian mencapai 6,4 ton.

“Berdasarkan laporan BPPT, hujan berhasil diturunkan di perairan barat laut dan barat daya Jabodetabek. Laporan ini merujuk pada data satelit yang menunjukkan wilayah terjadinya hujan,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (8/1/2020).

ilustrasi (Dok Okezone)

Pada sorti pertama menggunakan CN295, bahan semai NaCl sebanyak 2,4 ton disebarkan pada wilayah barat hingga barat daya Jabodetabek. Berikutnya dengan Casa 212-200 dengan kapasitas semai 800 kg, mendistribusikan bahan semai di perairan Selat Sunda. Sorti ketiga, bahan semai ditebar di barat laut Jabodetabek. Terakhir dengan CN 295 bahan semai sejumlah 2,4 ton disemai pada wilayah barat hingga barat laut Jabodetabek.

“BNPB bekerja sama dengan BPPT dan TNI akan terus melakukan operasi TMC mengingat manfaat TMC untuk mengantisipasi cuaca ekstrem, khususnya curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi jatuh di wilayah Jabodetabek,” ucapnya.

Agus menjelaskan, sejak dilakukan pada 3 Januari 2020, operasi TMC melalui pesawat fixed-wings telah melakukan 20 sorti penerbangan dengan total bahan semai NaCl mencapai 32 ton.

“Penerapan TMC bertujuan menurunkan hujan ke wilayah yang aman dan jauh dari permukiman penduduk atau sebelum awan memasuki kawasan padat penduduk, seperti di wilayah Selat Sunda atau Laut Jawa. Hujan yang turun dimodifikasi dengan penggunaan Natrium Klorida (NaCl) yang ditebarkan ke bibit awan melalui pesawat Casa 212-200 dan CN-295,” tuturnya.


Baca Juga : Mengungsi ke Hutan, Seratusan Korban Banjir Bandang Lebak Kondisinya Memprihatinkan

Agus mengatakan, pelaksanaan operasi TMC untuk penanggulangan bencana banjir di Jabodetabek dan sekitarnya tentunya harus memperhatikan pertumbuhan awan. Hal itu menjadi faktor penting yang harus terus dipantau secara berkesinambungan. Oleh sebab itu, guna membantu pengamatan cuaca dan kondisi awan di wilayah target, BPPT bekerjasama dengan BMKG untuk analisis data cuaca yang tersedia dari radar Stasiun Meteorologi Cengkareng.


Baca Juga : Cerita Tentang Sampah Banjir, Dibuang dan Dipungut

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement