nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Inggris Cari Cara agar Iran Patuh Dalam Perjanjian Nuklir

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Jum'at 10 Januari 2020 08:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 09 18 2151195 inggris-cari-cara-agar-iran-patuh-dalam-perjanjian-nuklir-MvGBFvdmnw.jpg Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab. (Foto/Reuters)

LONDON – Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab mengatakan bahwa dia akan mencari cara agar Iran kembai mematuhi Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) atau kesepakatan nuklir Iran yang disepakati pada 2015.

"Kami jelas-jelas berkomitmen pada JCPOA, tetapi langkah terbaru yang diambil oleh Iran membuat kami mencari cara tegas untuk melihat apa yang terjadi selanjutnya," kata Raab mengutip Reuters, Kamis 9 Januari 2020.

Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson sebelumnya mengatakan, bahwa Inggris akan tetap mendukung perjanjian tersebut.

Baca juga: Bila Perang Iran dan AS Pecah, Ini Kekuatan Militer dan Alutsista Kedua Negara

Baca juga: Perang Dunia III Sulit Terjadi, meski Hubungan AS dan Iran Kian Memanas

Pemerintah Iran mengumumkan pada 5 Januari 2020 bahwa mereka tidak akan lagi mematuhi batas-batas perjanjian nuklir 2015 di Wina, Austria. Kesepatakan itu ditetapkan untuk mengurangi program nuklir Iran dan persediaan uranium negara tersebut.

Foto/Reuters

Sebagai imbalannya, AS dan negara-negara Uni Eropa akan menghapus sanksi internasional.

Namun Iran mengumumkan bahwa mereka akan kembali melakukan pengayaan uranium untuk kebutuhan teknis.

Langkah Iran tersebut diputuskan setelah serangan AS menewaskan komandan pasukan khusus Iran, Qassem Soleimani di Irak.

Apa JCPOA

JCPOA ditandatangani pada 2015 oleh Iran, Uni Eropa, dan negara P5 1, yakni Inggris, Amerika Serikat, China, Rusia, Prancis, dan Jerman.

Namun, pemerintahan Donald Trump secara sepihak menarik diri dari kesepakatan pada 2018, dan kembali memberlakukan sanksi ekonomi terhadap Iran.

Langkah AS memicu Iran untuk tidak mematuhi komitmennya pada kesepakatan dan mulai melakuakan pengayaan uranium.

Iran mengklaim telah memperkaya uranium hingga 4,5 persen. Apa yang dilakukan ini melanggar batas 3,67 persen yang ditetapkan selama kesepakatan nuklir 2015. 

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini