nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Selidiki Tambang Emas di Gunung Salak yang Diduga Pemicu Banjir Lebak

Rasyid Ridho , Jurnalis · Kamis 09 Januari 2020 19:47 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 09 340 2151215 polisi-selidiki-tambang-emas-di-gunung-salak-yang-diduga-pemicu-banjir-lebak-HPvAxr0qvW.jpg Tambang emas ilegal di Lebak, Banten. (Foto: Dokumentasi SPTN TNGHS)

SERANG - Bareskrim Mabes Polri bersama Polda Banten menerjunkan tim ke lokasi tambang emas illegal di Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Kabupaten Lebak. Tim mengecek sejumlah penambangan emas tanpa izin (PETI), seperti di Blok Cikidang, Kecamatan Cikotok, Blok Pilar, dan Blok Cibuluheun di Kecamatan Lebak Gedong.

"Tindak lanjutnya kita dari Ditkrimsus Polda Banten dan Polres Lebak telah menurunkan tim penyidik langsung ke TKP (lokasi tambang) yang diperkirakan menjadi tempat kegiatan Peti nya," ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Banten Kombes Rudi Hananto saat dikonfirmasi, Kamis (9/1/2020).

Penyelidikan dilakukan karena aktivitas PETI diduga jadi penyebab banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Lebak, selain akibat pembalakan hutan secara ilegal.

"Blok PETI di Kecamatan Lebakgedong tersebut berada di aliran Sungai Ciberang yang melintasi wilayah Kecamatan Lebakgedong, Cipanas, dan Sajira yang menjadi daerah terdampak bencana alam banjir dan longsor," ujar Rudi.

Baca juga: Hendak Melahirkan, Korban Longsor Sukajaya Dievakuasi dengan Helikopter

Selain menyisir tambang ilegal, tim juga menyasar kepada pemilik, pemain atau penyandang dana kegiatan PETI. Termasuk juga mencari tahu pemasok merkuri pada sejumlah penambangan emas tanpa izin tersebut . "Termasuk jika ada juga anggota Polri yang terindikasi membekingi (aktifitas penambangan)," imbuhnya.

Foto: Istimewa

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meminta aktivitas penambangan emas ilegal di TNGHS dihentikan untuk mencegah bencana alam.

"Tadi saya sudah sampaikan ke pak gubernur (Banten) dan bu bupati (Lebak) agar (tambang ilegal) dihentikan. Enggak bisa lagi karena keuntungan satu dua tiga orang kemudian ribuan yang lainnya dirugian dengan adanya banjir bandang," ucap Jokowi saat berkunjung ke Lebak beberapa hari lalu.

Berdasarkan data dari Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN ) TNGHS I Lebak, lahan seluas 178 haktare sudah beralihfungsi menjadi area penambangan emas.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini