Begini Cara Petugas Merawat 60 Koala yang Terdampak Kebakaran Hutan Australia

Rachmat Fahzry, Okezone · Sabtu 11 Januari 2020 08:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 10 18 2151564 begini-cara-petugas-merawat-60-koala-yang-terdampak-kebakaran-hutan-australia-YLLCRKFXG3.JPG seorang petugas merawat koala yang terdampak kebakaran hutan Australia. (Foto/9 News)

ADELAIDE - Dokter hewan, sukarelawan dan penjaga satwa liar sangat sibuk setelah kebakaran hutan yang menghancurkan sebuah wisata populer di lepas pantai Adelaide, Australia Selatan minggu lalu. Mereka merawat salah satu satwa negara itu, koala.

Saat ini mengutip 9 News, Jumat (10/10/2020) ada sekitar 60 koala dirawat di Taman Margasatwa Pulau Kanguru. Hewan yang masuk keluarga marsupial mengalami luka bakar dengan berbagai tingkatan.

Para ahli telah menjelaskan bagaimana pengasuh yang berdedikasi membantu menyembuhkan koala, dengan harapan bisa melepaskan mereka kembali ke alam liar.

Baca juga: Hampir Setengah Miliar Hewan Diperkirakan Mati Akibat Kebakaran Hutan Australia

Baca juga: Seorang Pria Pertaruhkan Nyawa demi Selamatkan Koala

Foto/9 News

Satu koala jantan dewasa yang dirawat di fasilitas menderita luka bakar di kaki, bulunya hangus, dan paru-parunya rusak karena asap kebakaran hutan.

"Luka di kakinya seperti luka bakar kaki manusia yang berjalanan melintasi bara api," kata Garnett Hall yang merawat salah satu koala yang terdampak kebakaran.

Ia menambahkan, luka diderita koala yang dirawatnya sangat parah, tetapi jika koala itu dirawat, hewan berkantung itu bisa kembali ke alam liar.

“Jika kita merawat luka-luka ini dengan tepat, berikan dia beberapa obat dan nutrisi maka dia bisa sehat kembali,” tambahnya.

Hall menjelaskan bagaimana luka koala dapat dengan mudah terinfeksi karena sistem kekebalan normal mereka angat rentan.

Dia mengatakan banyak koala perlu menjalani debridemen atau mengangkat jaringan yang mati, rusak, atau terinfeksi. Ini, lanjut dia, suatu proses memrlukan perawatan berulang-ulang.

Populasi koala di Pulau Kangguru sangat sehat, tetapi beberapa perkiraan ada sekira 30.000 koala matik karena, kata Hall.

"Mereka memang memiliki tempat khusus di jantung penduduk setempat, mereka bagian dari identitas [masyarakat],” tuturnya.

"Sungguh menakjubkan bahwa beberapa koala selamat dan kami akan melakukan yang terbaik untuk merawat mereka dan mengembalikan mereka ke alam liar," tambahnya.

Ahli ekologi di Australia memperkirakan hampir setengah miliar hewan, termasuk reptil, mamalia dan burung telah mati dalam kebakaran yang melanda negara itu sejak September 2019. Jumlah itu bahkan kemungkinan diperkirakan lebih tinggi karena kebakaran yang menghanguskan sebagian wilayah Victoria dan Pantai Selatan New South Wales (NSW) dalam beberapa hari terakhir.

Hewan-hewan yang mati dalam kebakaran termasuk kanguru, koala, walabi, possum, wombat dan echidna.

Laporan Reuters mengutip beberapa pejabat Australia memperkirakan bahwa 30 persen dari satu koloni koala di pantai timur laut negara itu telah mati dalam kebakaran. Koala menjadi hewan yang paling terpengaruh oleh kebakaran hutan karena mereka bergerak lambat dan memakan daun dari pohon eucalyptus, yang sangat mudah terbakar.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini