BEKASI - Penemuan ular dan keluhan sampah sisa banjir masih menjadi cerita menarik di kalangan warga Perumahan Duren Jaya Indah RT 08/RW 15 Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Pascabanjir yang terjadi pada Rabu 1 Januari 2020, banyak warga menemukan jejak-jejak ular di rumah kediaman mereka. Jejak-jejak ular tersebut membekas di lantai rumah warga, yang bercampur dengan lumpur.
"Hari ketiga, setelah banjir surut, ada beberapa warga yang mengadu ke saya, ada jejak ular di rumahnya," kata Ketua RT 08, M Muchtar kepada Okezone di Bekasi, Minggu (12/1/2020).
Namun demikian, kata Muchtar, ketika dicari di setiap sudut rumah warga yang melapor, ular tersebut justru tidak ditemukan. "Ketika kita ngubek-ngubek nyari, tapi enggak ada," kata dia.
Di hari berikutnya pun begitu, ada warga yang kembali melaporkan mengenai ular. Ular tersebut, akhirnya ditangkap dan sempat dimatikan oleh warga. "Ada di hari berikutnya, cuma ular kadut (ular sawah), tapi langsung dimatiin karena takut berbahaya," katanya.
Tak hanya soal ular, kata dia, di perumahanya juga banyak warga yang mengadu soal penanganan sampah yang lambat. Pasalnya, sampah-sampah milik warga itu sulit ditembus oleh pengangkut sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi maupun dari Kelurahan Duren Jaya.

"Akhirnya kita gotong royong membuang ke titik sampah yang diinstruksikan dibuang di pinggir Jalan Baru Underpass," katanya.
Berdasarkan pengamatan Okezone di lapangan, sampah sisa banjir awal tahun baru 2020 itu sempat terjadi penumpukan di jalan penghubung antara Kota dan Kabupaten Bekasi itu. Sampah hasil banjir itu pun berimbas kepada kelancaran arus lalu lintas.