Warga Iran Demo Kecam Penembakan Pesawat Ukraina yang Menewaskan 176 orang

Agregasi BBC Indonesia, · Senin 13 Januari 2020 04:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 13 18 2152109 warga-iran-demo-kecam-penembakan-pesawat-ukraina-yang-menewaskan-176-orang-LOCV29WhfY.jpg Warga Iran berunjuk rasa menuntut pertanggung jawaban atas penembakan pesawat Ukraina (Abedin Taherkenareh/EPA)

PARA pemimpin Iran menghadapi desakan agar memecat para pejabat yang bertanggung jawab atas penembakan pesawat terbang Ukraina yang menyebabkan 176 orang meninggal dunia, setelah militer mengaku merudal pesawat itu meskipun sempat membantahnya.

Seruan itu disampaikan oleh warga Iran dalam demonstrasi pada Sabtu 11 Januari dan aksi lanjutan pada Minggu 12 Januari 2020 yang dihadiri oleh ribuan orang dari berbagai elemen masyarakat, terutama mahasiswa di ibu kota, Teheran.

Melansir dari BBC News, mereka juga menuntut jawaban atas mengapa pihak berwenang tidak mengaku sejak awal bahwa mereka telah membuat kesalahan fatal, tetapi justru berusaha menepis tudingan yang muncul.

Mereka menuduh para pejabat sebagai "pembohong" karena telah membantah tudingan bahwa pihaknya telah sengaja menembak jatuh pesawat penumpang dari maskapai Ukraina tersebut.

Rekaman video yang diunggah menunjukkan banyak mahasiswa menolak menginjak gambar bendera Amerika Serikat dan bendera Israel di jalan di lingkungan kampus sebagai bentuk pembangkangan terhadap pemerintah Iran.

Sejumlah surat kabar meliput acara doa bersama untuk para korban di Teheran dan kota-kota lain pada Sabtu 11 Januari malam dan turun dengan judul berita seperti "Malu" dan "Tak termaafkan".

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengunggah dukungan bagi pengunjuk rasa yang "menginspirasi" melalui akun Twitter pribadinya.Iran

Lokasi jatuhnya pesawat Ukraina di Iran (Reuters)

Pada Sabtu, Iran mengakui "tak sengaja" menembak jatuh sebuah pesawat, tiga hari setelah kecelakaan yang menewaskan 176 orang.

Baca juga: Iran Akui Tak Sengaja Tembak Jatuh Pesawat Ukraina

Pesawat dengan nomer penerbangan PS752 dengan tujuan Kyiv, ditembak jatuh pada Rabu dekat Bandara Imam Khomeini Airport di Teheran tak lama setelah lepas landas, dan hanya beberapa jam setelah Iran menembakkan misil ke dua pangkalan udara tentara AS di Irak.

Serangan tersebut merupakan tanggapan Iran terhadap pembunuhan komandan Iran Qasem Soleimani dalam serangan udara yang dilancarkan AS di Baghdad pada 3 Januari.

Puluhan warga negara Iran dan Kanada, dan juga Ukraina, Inggris, Afghanistan, dan Jerman tewas dalam kecelakaan pesawat tersebut.

Apa yang terjadi dalam unjuk rasa?

Awalnya, para pelajar berkumpul di luar dua universitas, Sharif dan Amir Kabir, untuk menghormati para korban, seperti dilaporkan media setempat. Unjuk rasa beranjak menjadi bentuk ekspresi kemarahan mereka menjelang Sabtu malam.

Kantor berita semi-resmi Fars, tak seperti biasanya, melaporkan unjuk rasa tersebut dan menyebutkan 1.000 orang menyerukan yel-yel yang mengkritik para pejabat tinggi dan merobek gambar Soleimani.

Para pelajar menuntut mereka yang bertanggung jawab atas penembakan pesawat dan mereka yang menutupi aksi tersebut untuk diseret ke ranah hukum.

Yel-yel termasuk "komandan tertinggi mundur" yang merujuk pada Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dan "kematian untuk pembohong".

Fars menyebutkan polisi telah "membubarkan" pengunjuk rasa, yang menutup jalan. Gambar-gambar yang beredar di media sosial menunjukkan gas air mata juga telah ditembakkan.

Pengguna media sosial juga turut mengekspresikan kemarahan terhadap tindakan pemerintah.

Salah satunya menyebut di Twitter: "Saya tidak akan memaafkan otoritas negara saya, orang-orang yang ada di tempat kejadian dan telah berbohong."

Unjuk rasa tersebut lebih kecil dari unjuk rasa di seantero Iran untuk mendukung Soleimani setelah ia terbunuh.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini