nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dubes Korsel: Perundingan Kim Jong-un dan Donald Trump Masih Mandek

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Selasa 14 Januari 2020 18:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 14 18 2152814 dubes-korsel-perundingan-kim-jong-un-dan-donald-trump-masih-mandek-Gft4a2BqyW.jpg Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Kim Chang-beom. (Foto/Okezone/Rachmat Fahzry)

JAKARTA – Dubes Korea Selatan untuk Indonesia Kim Chang-beom mengatakan, dialog denuklirisasi antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un berhenti sementara.

“Perundingan Korea Utara masih berlanjut, namun demikian perundingan antara Donald Trump dan Kim Jong-un masih mandek. Kami menyayangkan hal tersebut,” kata dia saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (14/1/2020).

Ia menjelaskan, pada Selasa pagi waktu Korsel, Presiden Moon Jae-in juga membahas isu Semenanjung Korea termasuk dialog antara Korea Utara dan AS.

Baca juga: Soal Nuklir, Korea Utara: AS Harus Terima Tuntutan Kami Tanpa Syarat

Baca juga: Hubungan dengan AS Merenggang, Kim Jong-un Serukan Kebijakan Keamanan Korea Utara

Foto/Reuters

Mengutip Reuters, Presiden Moon mengatakan, bahwa Korea Utara menegaskan pintu dialog dengan AS tidak ditutup, namun Korut menekankan dialog kedua negara dapat terbuka kembali jika tuntutan Korut diterima AS.

“Saya melihat mereka tidak menutup kemungkinan berdialog kembali dengan AS, mereka tetap membuka peluang berdialog kembali dengan AS, tetapi mereka meminta syarat yang sangat tinggi,” kata Dubes Kim Chang-beom tanpa menyebut syarat yang diajukan Korut.

Trump dan Kim Jong-un terakhir bertemu di Zona Demiliterisasi Korea pada Juli 2019. Namun negosiasi denuklirasi Korut, dan AS mengabaikan tenggat waktu akhir tahun yang ditetapkan oleh Kim Jong-un.

Minggu lalu, Kim Jong-un menerima surat ucapan ulang tahun dari Donald Trump. Dubes Kim berharap dengan ucapan selamat itu bisa membuka kedua belah pihak untuk berdialog kembali.

“Walaupun dialog Korut dan AS masih mandek, tapi kami berharap dengan ucapan selamat dari Trump bisa membuka kedua belah pihak untuk berdialog kembali,” pungkasnya. 

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini