nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Imbau Korban Investasi Bodong Memiles Segera Melapor

Syaiful Islam, Jurnalis · Selasa 14 Januari 2020 21:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 14 519 2152920 polisi-imbau-korban-investasi-bodong-memiles-segera-melapor-pGDAmDwCxL.jpg Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Trunoyudo (Foto: Okezone/Syaiful Islam)

SURABAYA - Polda Jawa Timur mengimbau kepada masyarakat yang menjadi korban kasus dugaan investasi ilegal aplikasi Memiles untuk segera melapor. Pelaporan bisa dilakukan dengan datang ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jawa Timur atau secara online.

Kemudian, data korban akan dimasukkan dalam berkas perkara oleh penyidik. Sehingga nantinya para korban diharapkan mendapatkan hak atau pengembalian uang melalui proses peradilan.

"Korban akan diberikan hak kepastian hukumnya, proses penegakan hukum ini yaitu dengan memberikan hak kepastian hukum bahwasanya sebagai korban. Artinya, benar-benar didasari baik fisik maupun finansial," ujar Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur, Kombes Trunoyudo, Selasa (14/1/2020).

Baca Juga: Polisi Akan Panggil Mulan Jameela Terkait Investasi Bodong Memiles 

Dalam hal ini finansial atau aset benda, sambung Trunoyudo, korban dalam proses penegakan hukum ini akan diberikan hak pengembaliannya ketika melalui mekanisme. Proses penyidikan ini akan dibawa ke pengadilan.

Tersangka Memiles

Mengacu kepada putusan adanya investasi terkait dengan travel ibadah misalnya, ada salah satu yurisprudensi putusannya dikembalikan kepada negara.

"Mungkin kita bisa mengacu terhadap itu, maka korban hak untuk pengembaliannya melalui proses peradilan tentu akan dimasukkan dalam berkas perkara, sehingga tahu pada putusan pengadilan siapa yang menjadi korban dan beberapa besar nilainya," ujar Trunoyudo.

Dalam hal ini penyidik Polda Jawa Timur memberikan kepastian, apabila di dalam berkas perkara sebagai korban. Sehingga masyarakat yang merasa jadi korban tidak usah ragu dan tidak takut untuk melapor.

"Polda Jatim komitmen terhadap perlindungan pengayoman pada masyarakat, khususnya bagi para korban aplikasi Memiles. Sampai sekarang yang sudah melapor di SPKT sebanyak 44 orang, sedangkan yang melapor melalui online berjumlah 379 orang," tuturnya.

Baca Juga: Polisi Cari Anggota Memiles yang Dapat Hadiah Mobil

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini