Gunung Taal Masih Berpotensi Erupsi meski Aktivitasnya Sudah Menurun

Rachmat Fahzry, Okezone · Kamis 16 Januari 2020 13:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 16 18 2153683 gunung-taal-masih-berpotensi-erupsi-meski-aktivitasnya-sudah-menurun-RqFE0BQq2l.jpg Sejumlah warga Filipina menyaksikan erupsi Gunung Taal dari kejauhan. (Foto/Reuters)

MANILA – Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs) mengeluarkan pernyataan bahwa aktivitas gunung api Taal telah berkurang dalam 24 jam terakhir, tetapi statusnya masih level 4 atau Awas.

Phivolcs menjelaskan bahwa aktivitas Gunung Taal masih berpotensi mengalami erupsi dalam beberapa jam hingga beberapa hari ke depan.

"Gunung berapi itu mengeluarkan abu vulkanik dengan ketinggian 500 hingga 800 meter dan mengarah ke ke barat daya," kata Phivolcs.

Foto/Reuters

Baca juga: Dievakuasi dari Erupsi Gunung Taal, 76 WNI dalam Keadaan Sehat

Baca juga: Erupsi Gunung Taal Dinilai Berbahaya, Ini Alasannya

Phivolcs menegaskan untuk evakuasi total dari Pulau Gunung Berapi Taal, serta daerah-daerah berisiko tinggi dalam radius 14 kilometer dari kawah utama.

"Penduduk di sekitar Taal Volcano disarankan untuk berjaga-jaga terhadap dampak hujan abu bisa berlangusng panjang," kata Phivolcs.

Foto/Reuters

Lebih dari 53.000 penduduk meninggalkan rumah mereka di sekitar Gunung Taal menuju pusat-pusat evakuasi, tetapi ribuan lainnya menolak untuk pergi atau sudah kembali untuk memeriksa hewan dan harta benda mereka.

Gunung Taal berada Pulau Luzon di selatan Ibu Kota Filipina, Manila. Gunung itu mengeluarkan gumpalan abu rakasa sejauh 1 kilometer ke langit pada Minggu 12 Januari 2020.

Suara bergemuruh dan guncangan juga dilaporkan dari gunung berapi paling aktif kedua di Filipina itu. Gunung Taal tersebut berada di di tengah danau.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte pada Selasa, 14 Januari memberi pengarahan singkat di Kota Batangas, yang telah dinyatakan sebagai zona bencana.

Gunung Taal telah meletus lebih dari 30 kali dalam lima abad terakhir. Letusan terakhir terjadi pada 1977.

Pada tahun 1911, letusan Gunung Taal menewaskan 1.500 orang dan pada 1754 dampak letusannya bertahan hingga beberapa bulan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini