nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Erupsi Gunung Taal Dinilai Berbahaya, Ini Alasannya

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 14 Januari 2020 15:52 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 14 18 2152766 erupsi-gunung-taal-dinilai-berbahaya-ini-alasannya-Wau5U2J2sA.jpg Foto: Reuters.

MANILA – Selama beberapa hari terakhir aktivitas Gunung Berapi Taal di Filipina memicu gempa, mengeluarkan lava, dan abu vulkanis yang menyebar ke seluruh Pulau Luzon. Para peneliti memperkirakan salah satu gunung berapi paling aktif di Filipina itu akan mengalami erupsi besar yang berbahaya dalam waktu dekat.

Menurut pimpinan Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs), Renato Solidum, Gunung Taal termasuk gunung berapi yang berukuran sangat kecil, namun juga sangat berbahaya.

Taal didefinisikan sebagai sebuah "gunung berapi kompleks", yang tidak hanya memiliki satu lubang angin atau kerucut utama, tetapi beberapa titik erupsi yang telah berubah seiring waktu.

BACA JUGA: Gunung Berapi Taal Erupsi, KBRI Manila Siap Evakuasi WNI dari Cavite

Letusan baru kali ini terjadi di Pulau Gunung Berapi, yang berada di dalam Danau Taal, sebuah danau seluas 234 km persegi yang terbentuk di kaldera dari letusan masif yang terjadi sebelumnya, demikian diwartakan BBC, Selasa (14/1/2020).

Pulau itu sendiri memiliki 47 kawah dan 4 maar, kawah vulkanik yang terbentuk ketika magma panas bersentuhan dengan air tanah dangkal, menghasilkan ledakan uap yang hebat. Lubang dan titik letusan lain berada di bawah Danau Taal.

Foto: Reuters.

Seluruh Pulau Gunung Berapi telah ditandai sebagai zona bahaya permanen oleh Phivolcs.

Gunung Taal dilaporkan telah mengalami sedikitnya 35 kali erupsi selama beberapa ratus tahun terakhir, dengan erupsi paling akhir terjadi pada 1977.

Menurut laporan Rappler, letusan "sangat keras" pada 1911 dari kawah utama menyebabkan partikel-partikel dan pecahan-pecahan batu meletus keluar dari gunung berapi. Peristiwa itu menewaskan lebih dari 1.300 orang.

Jess Phoenix, seorang ahli vulkanologi yang berbasis di Amerika Serikat (AS), mengatakan Taal memiliki "sejarah gaya erupsi berganda", sehingga menciptakan ancaman di darat dalam bentuk lava dan di udara melalui abu.

Ada juga risiko "tsunami vulkanik", tambahnya, yang dapat dipicu oleh jatuhnya puing-puing setelah letusan menghasilkan gelombang di danau.

"Salah satu dari jenis ancaman ini akan menjadi bahaya besar bagi orang-orang terdekat," kata Phoenix.

Danau Taal juga "berpotensi berbahaya", karena airnya dapat berinteraksi dengan magma, membuatnya "lebih eksplosif".

"Jika air sampai ke permukaan lava yang meledak, air akan meletus menjadi uap dan dengan cepat memadatkan lava yang berinteraksi dengannya, menghasilkan abu yang sangat halus yang meledak lebih tinggi ke atmosfer dan dapat bergerak lebih jauh," kata Ben Kennedy, Profesor Fisika Vulkanologi di University of Canterbury di Selandia Baru kepada BBC.

Berbagai kondisi itulah yang membuat erupsi Taal menjadi sumber kekhawatiran bagi orang-orang yang berada di wilayah yang berdekatan dengan gunung tersebut.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan bahwa lebih dari 450.000 orang diperkirakan tinggal di zona bahaya seluas 14 km yang baru ditetapkan.

Ribuan orang telah dievakuasi tetapi banyak yang masih tertinggal.

Terlepas dari bahaya yang ditimbulkan oleh gunung berapi, banyak yang memilih untuk tinggal di dekatnya mereka karena berbagai alasan, salah satunya adalah tanah vulkanik subur yang dapat ditemukan di area-area tersebut.

BACA JUGA: Gunung Taal Filipina Erupsi, 16 Ribu Orang Mengungsi

Pada Selasa, 14 Januari, Phivolcs mengatakan Taal telah menghasilkan "air mancur lava setinggi 500 meter, ditutupi oleh gumpalan abu-abu dengan uap kelabu gelap yang mencapai ketinggian sekira 2 km, menyebarkan abu". Ketinggian air mancur lava itu mengindikasikan kekuatan erupsi yang kemungkinan akan memuntahkan lava dalam jumlah banyak.

Gempa bumi dan aktivitas gunung berapi adalah hal yang biasa terjadi di Filipina, yang terletak di sepanjang Cincin Api, zona aktivitas seismik utama, yang memiliki salah satu jalur patahan paling aktif di dunia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini