nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Trump Sebut Kesepakatan Dagang AS-China Mengarah ke Perdamaian Dunia yang Lebih Kuat

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 16 Januari 2020 14:29 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 16 18 2153738 trump-sebut-kesepakatan-dagang-as-china-mengarah-ke-perdamaian-dunia-yang-lebih-kuat-r1gF12nNL1.jpg Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Wakil Perdana Menteri China, Liu He. (Foto: Reuters)

WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) dan China telah menandatangani perjanjian untuk meredakan perang dagang yang telah mengguncang pasar dan membebani ekonomi global.

Berbicara di Washington, Presiden AS Donald Trump mengatakan, perjanjian itu akan "transformatif" bagi ekonomi AS. Sementara para pemimpin China menyebutnya kesepakatan "win-win" yang akan membantu membina hubungan yang lebih baik antara kedua negara.

BACA JUGA: AS-China Damai, Wall Street Cetak Rekor

Dalam perjanjian yang baru disepakati itu, China telah berjanji untuk meningkatkan impor AS sebesar USD200 miliar di atas tingkat impor pada 2017, dan memperkuat aturan kekayaan intelektual. Sebagai gantinya, AS telah setuju untuk memotong beberapa tarif baru yang telah dikenakan pada produk-produk China hingga setengahnya.

AS dan China telah terlibat dalam perang tarif yang ketat sejak 2018, yang telah menyebabkan pajak impor tambahan senilai lebih dari USD450 miliar dikenakan atas barang-barang yang diperdagangkan kedua negara. Perselisihan tersebut telah mengganggu aliran perdagangan, menghambat pertumbuhan ekonomi global dan membuat para investor yang ketakutan.

Pada upacara penandatanganan di Washington, dihadiri oleh para penyumbang dana ke Partai Republik dan para pemimpin bisnis, Trump mengatakan, kesepakatan itu menyiapkan panggung untuk hubungan yang lebih kuat antara AS dan China.

BACA JUGA: Kaleidoskop 2019: Perekonomian RI Tidak Terpengaruh Perang Dagang AS-China

"Bersama-sama kita memperbaiki kesalahan masa lalu dan memberikan masa depan keadilan ekonomi dan keamanan," kata Trump sebagaimana dilansir BBC, Kamis (16/1/2020).

"Jauh melampaui kesepakatan ini, akan mengarah pada perdamaian dunia yang lebih kuat," tambahnya.

Wakil Perdana Menteri China Liu He, yang menandatangani perjanjian atas nama China, mengatakan perjanjian itu berakar pada "kesetaraan dan saling menghormati" dan membela model ekonomi negaranya dalam sambutannya.

"China telah mengembangkan sistem politik dan model pembangunan ekonomi yang sesuai dengan realitas nasionalnya," katanya.

"Ini tidak berarti bahwa China dan AS tidak dapat bekerja sama. Sebaliknya, kedua negara kami memiliki kepentingan komersial yang sangat besar."

"Kami berharap kedua belah pihak akan mematuhi dan menjaga perjanjian dengan sungguh-sungguh."

Meski banyak sambutan positif atas penandatanganan kesepakatan itu, banyak yang menganggap bahwa apa yang disepakati kali ini hanyalah sebuah bentuk ‘gencatan senjata’, bukan kemenangan bagi salah satu pihak, dengan hanya sebagian kecil dari tarif yang dibatalkan dan konsesi yang relatif kecil diberikan oleh kedua belah pihak. Tarif tetap ada pada sekitar dua pertiga barang yang dibeli Amerika dari China.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini