nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kabupaten Gunungkidul Umumkan Waspada Antraks

Jum'at 17 Januari 2020 10:20 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 17 510 2154118 kabupaten-gunungkidul-umumkan-waspada-antraks-RRW2YJ7Vtg.jpg Ilustrasi antraks. (Foto: Reuters)

WONOSARI – Kasus antraks yang terjadi di Gunungkidul menimbulkan kerugian cukup besar dan berdampak terhadap kesehatan warga. Guna menjaga dampak buruk yang lebih luas terhadap serangan penyakit antraks, Bupati Gunungkidul Hj Badingah SSos menyatakan 'Waspada Antraks'.

Sikap bupati tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) 'Waspada Antraks' dengan nomor 524/0171, sekaligus menginstruksikan masyarakat ikut berperan dalam melakukan penanggulangan. Selain itu juga mengoptimalkan pengawasan lalu lintas di dua lokasi kawasan perbatasan di Bedoyo, Ponjong; dan di Sambirejo, Ngawen; yang merupakan wilayah perbatasan Gunungkidul dengan Jawa

Tengah. Harapannya agar penanganan penyakit antraks berjalan maksimal dan tuntas.

"Dua pos lalu lintas hewan di kawasan perbatasan kita optimal pengawasannya agar penanggulangan penyakit antraks berhasil secara maksimal," kata Badingah dalam sosialisasi di Desa Bedoyo, Kecamatan Ponjong, Gunungkidul, DI Yogyakarta, Kamis 16 Januari 2020, mengutip dari KRJogja.

Terdapat tujuh poin imbauan kepada masyarakat dan seluruh organisasi perangkat daerah dengan berbagai lintas. Masing-masing adalah meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit menular zoonosis antraks di wilayah masing-masing.

Kemudian melakukan pembatasan lalu lintas hewan dan melakukan pelarangan keluar-masuknya hewan terindikasi antraks, mengimbau pemilik ternak melengkapi surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) yang akan dijualbelikan di pasar, melaporkan kejadian kematian ternak, melaporkan segera ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila ditemukan gejala antraks pada manusia.

Selain itu juga meminta untuk tetap memiliki komitmen terhadap peraturan perundang-undangan yang melarang penjualan bangkai atau daging berasal dari hewan yang mati, setiap ada kematian hewan agar dilakukan penguburan sesuai standar operasional prosedur, memerintahkan sekretaris daerah membentuk Tim Pencegahan dan Penanggulangan penyakit antraks.

"Kita berharap penyakit antraks dapat kita tanggulangi," ucapnya.

Sementara Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Veteriner Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul Retno Widiastuti menerangkan bahwa kedua pos tersebut diaktifkan untuk membatasi peredaran ternak serta mengawasi agar tidak ada hewan ternak yang terkena antraks masuk ke Gunungkidul.

Lokasi Bedoyo sendiri dipilih untuk membatasi hewan yang masuk dari arah timur, sedangkan Ngawen untuk membatasi peredaran ternak yang dari arah utara.

Guna melakukan pencegahan, pihaknya berkoordinasi dengan pihak Kementerian Pertanian untuk menyiapkan formalin, vaksin, obatobatan. Adapun jumlah obat yang digunakan untuk mewujudkan Gunungkidul bebas antraks, pihaknya menyiapkan 15 ribu dosis vaksin, 5 ribu liter.

Sedangkan jumlah sapi yang mati mendadak di Kabupaten Gunungkidul masih terus terjadi. Tiga sapi milik warga dilaporkan mati mendadak terjadi di Desa Pucanganom, Kecamatan Rongkop, dan Kecamatan Tepus.

Sedangkan di Desa Tegalrejo, Kecamatan Ponjong, juga dilaporkan terdapat kambing mati secara mendadak dan kini sudah diambil sampel darahnya untuk dilakukan uji laboratorium.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini