nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Member MeMiles Diminta Kembalikan Reward, Jika Tidak Terancam Pidana TPPU

Sabtu 18 Januari 2020 08:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 18 519 2154624 member-memiles-diminta-kembalikan-reward-jika-tidak-terancam-pidana-tppu-O4SRl8buQk.jpg Barang bukti penipuan investasi MeMiles. (Foto: Okezone.com/Syaiful Islam)

SURABAYA – Para member MeMiles, penerima reward terancam Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Sanksi pidana tersebut bisa disangkakan oleh penyidik bilamana mereka tidak mengembalikan reward yang diterima.

Sebagaimana diberitakan iNews.id, Direskrimsus Polda Jawa Timur (Jatim), Kombes Pol Gidion Arif Setiawan mengatakan, potensi TPPU tersebut muncul karena reward yang diterima para member dibeli dari uang nasabah, bukan keuntungan PT Kam and Kam selaku pengelola MeMiles.

“Reward itu diperoleh dari akumulasi uang nasabah yang melakukan top up. Jadi kalau anda member dan mendapat reward, itu dari member yang lain yang di bawahnya,” kata Gidion, Jumat (17/1/2020).

Karena itu, pihaknya mengimbau kepada para member, penerima reward, untuk segera mengembalikan. Sebab, bila tidak, penyidik bisa menganggap mereka sebagai penerima aliran dana dari investasi bodong tersebut.

“Kalau ada member yang merasa diuntungkan, maka mari kita membela member yang dirugikan. Kalau anda mendapatkan mobil atau reward lain, yakinlah bahwa itu adalah hasil dari uang member yang lain,” ujarnya.

(Foto: Okezone.com/Syaiful Islam)

Diketahui, Polda Jatim membongkar kasus investasi bodong MeMiles. Lima orang tersangka sudah diamankan dalam kasus ini. Mereka adalah direktur utama dan rekan kerjasanya, ahli IT, motivator, serta karyawan bagaian distribusi reward.

Hasil penyelidikan polisi, ada banyak figur publik dan artis yang terlibat dalam kasus investasi bodong ini. Selain sebagai member, polisi juga menengarai sebagian dari mereka adalah endorser dan koordinator.

Sementara itu, hingga saat ini polisi sudah mengamankan barang bukti uang nasabah sebesar Rp125 miliar serta 18 unit mobil.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini