TASIKMALAYA – Kesultanan Selacau didirikan oleh Rohidin (40) yang mengaku keturunan kesembilan dari Raja Pajajaran Surawisesa dengan gelar Sultan Patra Kusumah VIII. Kesultanan ini berdiri di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.
Lokasinya berada di Kampung Nagaratengah, Desa Cibungur, Kecamatan Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Ada gapura dengan patung harimau dan memegang simbol Kesultanan Selacan.
Baca juga: Muncul Kesultanan Selacau di Tasikmalaya, Ternyata Sudah Berdiri Lebih Satu Dekade

Bangunan di kesultanan ini didominasi warna hijau. Tidak terlihat arsitektur yang spesial dari bangunan-bangunan yang ada di Kesultanan Selacau.
Ada pula prasasti yang menandakan Kesultanan Selacau sebagai cagar budaya. Rohidin mengaku tidak takut jika Kesultanan Selacau dipermasalahkan.
"Yang bisa membuktikan kan orang-orang hukum," kata Rohidin, Sabtu (18/1/2019), mengutip dari iNews.id.
Baca juga: Heboh Kemunculan Keraton Baru di Indonesia, Waspadai 4 Hal Ini

Dia mengaku Kesultanan Selacau sudah mendapat pengakuan yang sah dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atas kesultanannya itu. Rohidin mengatakan pengakuan itu terbit pada 2018.
"Sampai alhamdulillah 2018 keluar putusan warisan kultur budaya peninggalan Pajajaran," katanya.
Rohidin mengatakan tidak pernah dipermasalahkan atas pencetusan Kesultanan Selacau. Dia menyatakan kesultanan ini sudah pernah berdiri pada 1548–1589.
"Karena ada kudeta tahun 1527, keluarga kami ikut Surawisesa," katanya.
Baca juga: Warga Bongkar Makam Bayi di Rumah Kontrakan Toto Santoso di Sleman

(Hantoro)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.