nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

2 Roket Jatuh Dekat Kedutaan Besar AS di Irak

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Selasa 21 Januari 2020 12:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 21 18 2155914 2-roket-jatuh-dekat-kedutaan-besar-as-di-irak-tK2uC81zSD.jpg Kedutaan Besar AS di Irak. (Foto/Reuters)

BAGHDAD - Tiga roket Katyusha jatuh di dalam Zona Hijaud di Baghdad yang menampung gedung-gedung pemerintah dan misi asing, kata sumber kepolisian melansir Reuters, Selasa (21/1/2020).

Roket diluncurkan dari distrik Zafaraniyah dari luar Baghdad, sumber tersebut mengatakan. Ia menambahkan bahwa dua roket mendarat dekat kedutaan AS.

Di kota minyak Irak, Basra, dua polisi dipukul dan dibunuh oleh kendaraan yang membawa warga sipil selama protes pada Senin malam, kata sumber-sumber keamanan.

Sopir itu berusaha menghindari tempat bentrokan antara pengunjuk rasa dan pasukan keamanan ketika ia melaju ke dua petugas, kata mereka.

Baca juga: Reporter dan Juru Kamera Ditembak Mati Usai Meliput Demonstrasi di Irak

Baca juga: Pangkalan Udara Irak yang Tampung Tentara AS Dihantam Rudal, Empat Orang Terluka

Sumber medis dan keamanan Irak mengatakan 4 warga tewas selama unjuk rasa. Tiga pengunjuk rasa meninggal di rumah sakit Baghdad, 2 korban akibat luka tembak. Korban tewas keempat ditembak oleh polisi di kota suci Syiah Kerbala.

Terpisah, militer Amerika Serikat (AS) sebelumnya melarpokan kehilangan beberapa pesawat tanpa awaknya selama serangan rudal yang dilancarkan Iran di pangkalan udara Ain al-Asad pada pekan lalu.

Pada saat serangan diluncurkan pada 8 Januari, pukul 01.35 pagi waktu setempat, tentara AS diketahui menerbangkan tujuh kendaraan udara tak berawak (UAV) di atas Irak untuk memantau pangkalan di mana pasukan koalisi pimpinan-AS dikerahkan.

Pesawat tak berawak itu termasuk MQ-1C Grey Eagles, drone pengintai canggih yang dapat terbang selama 27 jam dan membawa muatan hingga empat rudal Hellfire. 

Sebagian besar dari 1.500 tentara AS lainnya telah berlindung di dalam bunker selama dua jam, setelah mendapat peringatan dari atasan mereka. Tetapi 14 pilot tetap tinggal di dalam kontainer gelap yang diubah menjadi kokpit untuk menerbangkan pesawat tak berawak tersebut dari jarak jauh dan memonitor pantauan penting dari kamera-kamera berkekuatan tinggi mereka.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini