JAKARTA - Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Cipta Lapangan Kerja menjadi salah satu regulasi yang akan digabungkan dalam Omnibus Law. Namun, dalam draft RUU Cipta Lapangan Kerja yang akan dibahas di DPR, akan menghapus beberapa pasal, salah satunya kewajiban produk untuk bersertifikat halal.
Berdasarkan draf RUU Cipta Lapangan Kerja yang beredar, kewajiban bersetifikat halal akan dihapus sebagaimana tertuang pada Pasal 552 Pasal C.
Baca juga: DPR Janji Libatkan Buruh Bahas Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja
Adapun pasal yang bakal dihapus jika di dalam draf RUU Cipta Lapangan Kerja di antaranya Pasal 4, Pasal 29, Pasal 42, dan Pasal 44 UU Jaminan Produk Halal.
“Dicabut dan dinyatakan tidak berlaku,” demikian tulisan didalam draf RUU Cipta Lapangan Kerja sebagaimana dikutip Okezone, Selasa (21/1/2020).
Baca juga: Menag Sebut Omnibus Law Akan Permudah Masyarakat Berwakaf
Ataupun bunyi masing-masing pasal pada UU Jaminan Produk Halal yang bakal dihapuskan sebagai berikut. Seperti Pasal 4 UU Jaminan Produk Halal yakni “Produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal,”tulisnya.