Mengatur visa turis untuk perempuan hamil merupakan salah satu cara untuk mengatasi masalah ini, tetapi ini menimbulkan pertanyaan. Pertanyaan pertama, yaitu bagaimana petugas akan menentukan apakah seorang perempuan hamil dan apakah seorang perempuan bisa ditolak oleh petugas perbatasan yang menduga-duga dengan hanya melihat fisik seseorang.
Petugas konsuler saat ini, selama wawancara visa tidak diminta menanyai apakah seorang perempuan hamil atau berniat hamil. Tetapi mereka harus menentukan apakah pemohon visa akan datang ke AS hanya untuk melahirkan.
Wisata kelahiran adalah bisnis yang menguntungkan di AS dan di luar negeri. Perusahaan-perusahaan Amerika beriklan dan mengenakan biaya hingga sekitar Rp 1 miliar untuk memfasilitasi praktek itu, menawarkan kamar hotel dan perawatan medis.
Banyak perempuan dari Rusia dan China pergi ke AS untuk melahirkan. AS telah menindak keras praktik ini sejak Trump belum menjabat.
(Rachmat Fahzry)