nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengganti Jenderal Soleimani Akan Bernasib Sama Jika Ada Warga AS Tewas

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 24 Januari 2020 15:36 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 24 18 2157775 pengganti-jenderal-soleimani-akan-bernasib-sama-jika-ada-warga-as-tewas-rmTXmvXglL.jpg Brian Hook. (Foto: AFP)

DAVOS - Utusan khusus Amerika Serikat (AS) untuk Iran, Brian Hook mengancam pengganti Jenderal Qasem Soleimani yang dibunuh dalam serangan drone di Irak bulan lalu, akan bernasib sama jika ada warga AS yang terbunuh.

Setelah terbunuhnya Soleimani dalam serangan pada 3 Januari, Iran melancarkan serangan rudal balistik ke pangkalan-pangkalan yang menampung tentara AS di Irak sebagai pembalasan, meningkatkan ketegangan di kawasan.

BACA JUGA: Pangkalan Pasukan AS di Irak Diserang Selusin Rudal, Iran: Pembalasan untuk Soleimani

Teheran menunjuk Esmail Qaani sebagai pengganti Soleimani untuk memimpin, Pasukan Quds, unit elite Garda Revolusi Iran yang menangani operasi di luar negeri. Qaani telah berjanji untuk meneruskan kebijakan-kebijakan yang telah dilakukan Soleimani.

"Jika Qaani mengikuti jalan yang sama untuk membunuh warga Amerika maka dia akan menemui nasib yang sama," kata utusan AS Brian Hook kepada surat kabar berbahasa Arab Asharq al-Awsat sebagaimana dilansir Middle East Monitor, Jumat (24/1/2020).

Dalam wawancara di Davos, Swiss, dia mengatakan, Trump telah lama menegaskan bahwa setiap serangan terhadap kepentingan AS atau warga AS akan ditanggapi dengan respons tegas.

“Ini bukan ancaman baru. Presiden selalu mengatakan bahwa dia akan selalu merespons dengan tegas untuk melindungi kepentingan Amerika,” kata Hook.

"Saya pikir rezim Iran mengerti sekarang bahwa mereka tidak dapat menyerang Amerika dan lolos begitu saja," sambung dia.

Setelah pengangkatannya, Qaani mengatakan, dia akan melanjutkan jalan yang diambil oleh Soleimani dan menegaskan bahwa tujuannya adalah untuk mengusir pasukan AS keluar dari Timur Tengah.

BACA JUGA: Mengenal Esmail Qaani, Pimpin Pasukan Elite Iran Pengganti Jenderal Qasem Soleimani

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi mengatakan bahwa Ancaman AS untuk membunuh Qaani adalah tanda "terorisme pemerintah".

"Kata-kata ini adalah pengumuman resmi dan pembukaan terorisme yang ditargetkan dan terorisme pemerintah Amerika," kata Mousavi, menyerukan kepada masyarakat internasional untuk mengutuk komentar Hook.

Ketegangan AS-Iran terus meningkat sejak Trump menarik negaranya dari perjanjian nuklir Iran dengan kekuatan dunia pada 2018 dan memberlakukan sanksi keras yang menghantam ekonomi Iran.

Esmail Qaani. (Foto: AFP)

Gejolak militer dimulai pada Desember ketika yang ditembakkan ke pangkalan AS di Irak menewaskan seorang kontraktor AS. Washington menyalahkan milisi pro-Iran dan melakukan serangan udara yang menewaskan sedikitnya 25 pejuang.

Setelah milisi mengepung kedutaan besar AS di Baghdad selama dua hari, Trump memerintahkan serangan pesawat tak berawak ke Soleimani.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini