Selain itu, kata Sigit, segelintir orang itu juga memanfaatkan ruang-ruang demokrasi. Sehingga, menurut Sigit, pembentukan wacana dan opini dilakukan oleh oknum-oknum itu.
"Kebetulan ada kesempatan/ruang yaitu demokrasi dan mereka memanfaatkannya," ucap Sigit.
Baca juga: Keraton Agung Sejagat Punya Ritual Mandi di Sendang, Begini Aturannya
Kemunculan keraton agung sejagat itu mendadak viral setelah menggelar deklarasi pada 29 Desember 2019 dan kirab budaya pada 10 Januari 2020.
Polisi bertindak cepat, Raja dan Ratu abal-abal kerajaan itu langsung ditangkap untuk menjalani pemeriksaan. Kini keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka karena telah membuat onar dan penipuan.
(Awaludin)