34 Tentara AS Alami Cedera Otak Akibat Serangan Rudal Iran

Rahman Asmardika, Okezone · Sabtu 25 Januari 2020 16:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 25 18 2158220 34-tentara-as-alami-cedera-otak-akibat-serangan-rudal-iran-PdgwEraCNR.jpg Foto: Getty.

WASHINGTON - Pentagon mengatakan bahwa 34 tentara Amerika Serikat (AS) didiagnosis menderita cedera otak traumatis (TBI) setelah serangan rudal Iran di pangkalan mereka di Irak. Seorang juru bicara mengatakan, dari 34 tentara tersebut, 17 di antaranya masih dalam pengawasan.

Sementara, Presiden Donald Trump mengatakan tidak ada warga AS yang terluka dalam serangan rudal pada 8 Januari, yang merupakan pembalasan atas pembunuhan jenderal pasukan elite Iran oleh AS.

BACA JUGA: Pangkalan Pasukan AS di Irak Diserang Selusin Rudal, Iran: Pembalasan untuk Soleimani

Trump mengatakan tidak adanya korban warga AS itu merupakan salah satu pertimbangan dalam keputusannya untuk tidak menyerang Iran.

Namun pekan lalu, Pentagon mengatakan 11 anggota militer AS telah dirawat karena gejala gegar otak akibat serangan itu.

"Saya mendengar bahwa mereka sakit kepala, dan beberapa hal lain, tetapi saya akan mengatakan, dan saya dapat melaporkan, itu tidak terlalu serius," kata Trump saat ditanya mengenai hal itu di World Economic Forum di Davos, Swiss, pekan ini sebagaimana dilansir BBC, Sabtu (25/1/2020).

"Saya tidak menganggap mereka mengalami cedera yang sangat serius dibandingkan dengan cedera lain yang saya lihat," katanya ketika ditanya tentang kemungkinan TBI.

Salah seorang pejabat Pentagon mengatakan tidak ada warga AS yang tewas dalam serangan rudal Iran di pangkalan Ain al-Asad, dengan sebagian besar berlindung di bunker ketika lokasi itu dihujani rudal.

Pada Jumat, 24 Januari, Juru Bicara Departemen Pertahanan Jonathan Hoffman mengatakan kepada wartawan bahwa delapan tentara yang terkena dampak telah dikirim kembali ke AS untuk perawatan lebih lanjut, sementara sembilan lainnya sedang dirawat di Jerman.

BACA JUGA: 11 Tentara AS Terluka Dalam Serangan Rudal Iran

Sebanyak 16 tentara dirawat di Irak dan satu di Kuwait sebelum semua tentara dikembalikan ke tugas aktif, kata para pejabat.

Organisasi non-profit Veteran Irak dan Afghanistan Amerika mengecam pemerintahan Trump yang dianggap terlalu lama mengungkapkan tingkat cedera yang dialami korban.

Menurut militer AS, TBI adalah hal yang umum terjadi di zona perang. Penyebab paling umum dari TBI bagi tentara yang dikerahkan adalah ledakan eksplosif.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini