nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Orangtua di China Tega Tinggalkan Anaknya di Bandara karena Wabah Virus Korona

Rahman Asmardika, Jurnalis · Sabtu 25 Januari 2020 18:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 25 18 2158267 orangtua-di-china-tega-tinggalkan-anaknya-di-bandara-karena-wabah-virus-korona-oxrADQk74s.jpg Foto: Reuters.

NANJING - Sepasang suami istri di China telah meninggalkan dua anaknya di bandara setelah putra mereka yang sedang demam, dilarang terbang di tengah wabah virus korona baru yang mematikan.

Menurut laporan media China, orangtua itu meninggalkan putra dan putri mereka di gerbang keberangkatan di sebuah bandara di Kota Nanjing, timur China, dan naik pesawat sendiri. Kejadian itu membuat para pekerja penerbangan dan penumpang lainnya kaget.

Surat kabar lokal Yangzi Evening News melaporkan, anak-anak itu akhirnya diizinkan naik ke pesawat domestik.

BACA JUGA: Warga yang Terinfeksi Virus Korona di Wuhan Terlihat Bergelimpangan di Jalanan

Peristiwa itu terungkap ketika seorang blogger mem-posting foto-foto kedua itu di Weibo, media sosial seperti Twitter di China.

Blogger itu mengklaim bahwa sepasang suami istri membuat keributan di Bandara Internasional Nanjing Lukou setelah salah satu dari anak-anak mereka dicegah terbang karena demam.

Salah satu foto yang di-posting oleh pengguna web menunjukkan dua anak duduk di kursi di ruang boarding tanpa pengawasan. Sedangkan dua foto lainnya menunjukkan penumpang menunggu di gerbang keberangkatan.

Dua anak yang ditinggalkan orangtua mereka di bandara Nanjing, China. (Foto: Weibo)

Menurut Yangzi Evening News yang berbasis di Nanjing, insiden itu terjadi pada Rabu malam, 23 Januari, di Bandara Internasional Nanjing Lukou, yang melayani Ibu Kota Provinsi Jiangsu.

Keluarga itu mencoba terbang dari Nanjing ke Changsha dengan penerbangan MF8040 yang dioperasikan oleh Xiamen Airlines.

"Sepertinya suhu tubuh bocah itu 38,5 derajat Celcius," kata seorang penumpang yang menyaksikan acara itu mengatakan kepada Yangzi Evening News sebagaimana dilansir Daily Mail, Sabtu (25/1/2020).

"Perusahaan penerbangan tidak mengizinkan (bocah itu) naik ke pesawat, tetapi orang tua anak-anak itu tidak setuju," tambahnya.

Pasangan itu diduga memblokir gerbang keberangkatan, bersikeras bahwa para pekerja membiarkan anak-anak mereka lewat.

Kekacauan berlangsung selama hampir dua jam dan petugas polisi datang untuk menengahi antara orang tua yang protes dan maskapai.

"Akhirnya, pekerja membiarkan orang dewasa naik ke pesawat," kata penumpang itu. Dia menambahkan bahwa anak-anak hanya dibiarkan duduk di bandara sendirian."

Otoritas bandara kemudian memberi tahu reporter bahwa anak-anak akhirnya diizinkan naik dan diatur untuk duduk di depan kabin.

BACA JUGA: Jumlah Kasus Infeksi Virus Korona di China Melonjak, 41 Orang Meninggal

Beberapa penumpang mengatakan mereka khawatir terbang dengan bocah yang sakit itu.

Penerbangan dua jam itu ditunda selama lebih dari tiga jam dan lepas landas pada pukul 1:12, Rabu pagi, 25 Januari.

Berita mengejutkan itu muncul di saat China tengah dirundung wabah virus korona baru yang sampai berita ini diturunkan telah menginfeksi lebih dari 1.300 orang dan menyebabkan 41 lainnya meninggal dunia.

Gejala virus itu biasanya termasuk demam, batuk, dan sulit bernapas. Kota-kota di seluruh China telah memperketat pemeriksaan kesehatan di pusat transportasi, dengan 10 kota, termasuk Wuhan yang menjadi pusat wabah, telah diisolasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini