Gelaran Cap Go Meh di Tengah Ancaman Virus Korona

Ade Putra, Okezone · Selasa 28 Januari 2020 11:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 28 340 2159405 gelaran-cap-go-meh-di-tengah-ancaman-virus-korona-jcpLdFoJj2.jpg Perayaan Cap Go Meh di Singkawang (Foto: Okezone/Ade/

SINGKAWANG - Pemerintah Kalimantan Barat, memastikan perhelatan Festival Cap Go Meh (CGM) 2020 akan berjalan lancar seperti tahun-tahun sebelumnya. Festival CGM 2020 akan menarik perhatian wisatawan di sejumlah kabupaten kota yang merayakan, terutama di Kota Singkawang yang banyak menyuguhkan atraksi kebudayaan.

Pada 2019, tercatat ada 76.964 wisatawan dalam dan luar negeri yang datang ke Singkawang untuk menyaksikan salah satu event andalan Indonesia yang masuk ke dalam 100 Calender of Event Wonderful Indonesia.

Jumlah itu meningkat dari 2018, yang hanya sekitar 70.000 wisatawan. Sebagian besar turis atau wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung berasal dari Taiwan, Singapura, Australia, Malaysia, Hongkong, Macau, Thailand, dan Filipina. Bahkan ada yang dari China. Tahun ini pun diprediksi sama.

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie mengatakan, dari data yang diterimanya, sampai saat ini kamar-kamar hotel dan homestay sudah full booking untuk beberapa hari sebelum dan setelah Festival CGM. Dari data yang ada, di Singkawang tak kurang dari 50 hotel dan homestay.

"Kami belum mendeteksi (jumlah kunjungan wisatawan). Yang jelas, kunjungan (booking) ke hotel dan homestay yang ada di Kota Singkawang sudah penuh saat ini," ungkapnya kepada Okezone.

Cap

Baca Juga: Ini 3 Rumah Sakit Rujukan Nasional untuk Pasien Suspect Virus Korona

Tak dapat dipungkiri, ada rasa was-was terjadinya penyebaran virus korona di Kalbar yang dibawa oleh turis asing ketika berkunjung menyaksikan perhelatan kemeriahan CGM. Hal itu tentu sudah diantisipasi oleh pemerintah setempat.

Sebagai bentuk antisipasi penyebaran virus korona, Tjhai Chui Mie memastikan semua pihak terkait di kota yang dipimpinnya sudah bekerja sesuai tupoksi.

"Menangggapi virus korona itu, kita yakin dan percaya dengan petugas Imigrasi. Saat (turis) masuk sudah diantispasi dengan pengecekan oleh sejumlah pihak. Kalau terdeteksi (terdeteksi) virus tentu dia tidak boleh masuk ke Indonesia," tuturnya.

Ia menegaskan, jangan sampai ada yang membawa virus ini ke Indonesia. Khususnya ke Kota Singkawang. "Kepada kita semua, terutama Dinas Kesehatan sudah kita imbau dan antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dari bahayanya virus korona ini," imbaunya.

Menurutnya, Festival CGM sudah ditetapkan menjadi even skala nasional yang sudah dikenal wisman sehingga keberlangsungannya harus dipertahankan. Dalam Festival CGM nantinya, banyak atraksi kebudayaan yang ditampilkan. Yakni pawai lampion, pawai tatung, barongsai naga, pentas seni dari berbagai etnis dan budaya serta suguhan lainnya. Juga ada ornamen dan hiasan yang menarik kunjungan wisawatan.

Untuk diketahui, Kalimantan Barat termasuk salah satu provinsi di Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara asing. Yaitu dengan Negara Bagian Sarawak, Malaysia. Di negeri Jiran ini, sudah ada kasus virus korona.

cap Go meh

Sebagai bentuk antisipasi, pintu-pintu perbatasan darat, laut dan udara di Kalbar sudah dijaga ketat. Di Bandara Internasional Supadio Pontianak contohnya. Pihak otoritas bandara sudah melakukan upaya deteksi dini dengan memasang sejunmlah peralatan deteksi.

“Kita telah koordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan. Disepakati akan memasang alat penyaring udara di Bandara Supadio,” tutur Kepala Divisi Operasional PT Angkasa Pura II Bandara Intenasional Supadio Pontianak, Nuril Huda, kemarin.

Alat penyaring tersebut berfungsi mendeteksi penumpang yang terdeteksi terkena virus korona. Selain itu, juga dipasang thermoscanner untuk memeriksa suhu tubuh yang dipasang di tiap-tiap pintu kedatangan untuk mengantisipasi virus tersebut.

Ditambah dengan pemeriksaan manual yang akan diberlakukan untuk kedatangan penumpang Internasional. Kemudian menyiapkan ruang isolasi yang diperuntukkan bagi penumpang yang teridentifikasi virus korona.

Nuril memastikan, pihaknya terus melakukan antisipasi penyebaran virus korona jelang perayaan CGM di Bumi Khatulistiwa ini.

Hingga saat ini, Nuril mengatakan, intensitas penumpang Internasional dari Kuala Lumpur dan Kuching di Bandara Internasional Supadio Pontianak masih berjalan normal. Petugas juga belum menemukan adanya penumpang yang terdeteksi terkena virus korona.

Namun demikian, jelang CGM nanti dipastikan lonjakan kedatangan penumpang ke Kalimantan Barat akan mengalami peningkatan. Sudah ada maskapai yang menambah extra flight, sampai 30 Januari nanti. Dengan tujuan Jakarta ke Pontianak dan sebaliknya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini