Investasi Bondowoso Rugikan Rp2,8 Miliar, Polisi Buka Posko Pengaduan

Avirista Midaada, Okezone · Selasa 28 Januari 2020 19:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 28 519 2159676 investasi-bondowoso-rugikan-rp2-8-miliar-polisi-buka-posko-pengaduan-a9LI0NsN4H.jpg Ilustrasi (Dok. Okezone)

BONDOWOSO - Polres Bondowoso membuka posko laporan korban investasi bodong PT Anak Seribu Pulau yang menyeret seorang tersangka ibu rumah tangga. Pembukaan posko ini diyakini sebagai langkah untuk mengumpulkan sejumlah korban yang belum melapor.

Kasatreskrim Polres Bondowoso AKP Jamal mempersilakan kepada warga yang merasa menjadi korban investasi bodong mengatasnamakan PT Anak Seribu Pulau.

"Kami persilakan kalau mau laporan merasa menjadi korban investasi bodong itu," ucap Jamal saat dikonfirmasi, Selasa (28/1/2020).

Pihaknya menambahkan hingga saat ini pelaku kasus investasi bodong ini dijerat dengan Pasal 378 juncto 372 KUHP mengenai penipuan dan penggelapan. Meski demikian, Jamal tak menampik bila nantinya ada indikasi yang mengarah ke tindak pidana pencucian uang, sebagaimana diatur pada UU Nomor 8 Tahun 2010.

"Kalau memang masyarakat merasa ada yang dirugikan, silakan lapor saja. Karena pasal penipuan dan penggelapan bersifat delik aduan. Jadi harus ada korban yang melapor, sejauh ini memang sudah ada lima korban yang lapor. Tapi kami terus dorong korban lainnya untuk laporan," tuturnya.

Sebelumnya kepolisian telah menangkap dan menetapkan tersangka seorang ibu rumah tangga bernama Shinta Adi Susiantika (32) warga Jalan Ki Mangunsarkoso, Kelurahan Tamansari, Bondowoso, lantaran laporan investasi bodong.

Shinta mengiming-imingi para korban untuk berinvestasi di PT Anak Seribu Pulau, yang bergerak di bidang properti. Pelaku mengiming - imingi keuntungan 20 persen, dari nilai total yang diinvestasikan. Bahkan Shinta menjanjikan keuntungan ini akan diberikan setiap bulannya.

Baca Juga : Pemerintah RI Update Kondisi Mahasiswa di Wuhan Dua Kali Sehari

Tertarik akan hal itu, para peserta ini menginvestasikan modalnya dari jutaan hingga ratusan juta. Namun seiring berjalannya waktu, keuntungan investasi yang dijanjikan Shinta tak diterima peserta.

Saat ditelusuri ternyata PT Anak Seribu Pulau yang dicatut Shinta, merupakan perusahaan fiktif. Bahkan PT Anak Seribu Pulau tak mengantongi izin perusahaan, ia hanya mengantongi izin toko Inara Shop, yang bergerak di bidang perdagangan karet dan kasur.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini