Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mengenal Sejarah Cap Go Meh, Tradisi Sehabis Imlek

Alifa Muthia Diningtyas , Jurnalis-Rabu, 29 Januari 2020 |13:59 WIB
Mengenal Sejarah Cap Go Meh, Tradisi Sehabis Imlek
Atraksi naga di perayaan Cap Go Meh di Pontianak, Kalimantan Barat (Okezone.com/Ade Putra)
A
A
A

JAKARTA – Setelah Tahun Baru Imlek, kurang lengkap rasanya bila tidak ada Cap Go Meh. Perayaan Cap Go Meh pasca-Imlek memang sudah dilakukan sejak ratusan tahun lalu. Perayaannya diwarnai dengan lampu-lampu lampion.

Perayaan Cap Go Meh awalnya dilaksanakan sebagai hari penghormatan kepada Dewa Tahi Yi yang dianggap sebagai Dewa tertinggi oleh Dinasti Han (206 SM–221 M), demikian seperti mengutip dari laman tionghoa.info.

Cap Go Meh dirayakan setiap tahunnya pada 15 bulan pertama menurut sistem penanggalan kalender Imlek. Cap Go Meh berasal dari dialek Hokkian yang bermakna 15 hari atau malam setelah Imlek.cap go meh

Cap Go Meh di Bogor (Okezone.com/Putra RA)

Perayaan Cap Go Meh kerap diwarnai penyalaan lampu-lampu lampion dan atraksi barongsai, menyantap yuan xiao atau wedang ronde, hingga pesta kembang api atau petasan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement