nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Divonis 2,5 Tahun Penjara, Eks Dirut RSU Tangsel Acungkan Jempol

Rasyid Ridho , Jurnalis · Rabu 29 Januari 2020 15:44 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 29 340 2160155 divonis-2-5-tahun-penjara-eks-dirut-rsu-tangsel-acungkan-jempol-KLp7wSZSed.jpg Ida Lidia divonis 2,5 tahun penjara di Pengadilan Tipikor Serang (Foto: Rasyid Ridho)

SERANG - Mantan Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Ida Lidia divonis hukuman dua tahun enam bulan penjara.

Ida terbukti melakukan korupsi pengadaan jasa keamanan unit pelayanan teknis (UPT) di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel senilai Rp2,8 miliar.

Dalam amar putusan yang dibacakan Yusriansyah, perbuatan Ida dianggap telah memenuhi unsur Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana.

“Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Ida Lidia dengan pidana penjara selama dua tahun enam bulan dan diwajibkan membayar denda Rp50 juta subsider satu bulan kurungan,” kata Yusriansyah di Pengadilan Tipikor Serang, Rabu (29/1/2020).

Baca Juga: Dua Terdakwa Korupsi RSUD Tangsel Hanya Divonis Ringan

Adapun hal yang memberatkan, yakni perbuatan terdakwa tidak mendukung pemerintah memberantas korupsi dan menyebabkan kerugian negara. Sementara hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan dan berterus terang di persidangan dan belum pernah dihukum.

Ida Lidia mengacungkan jempol

Usai mendengarkan putusan, Ida berkonsultasi dengan penasihat hukumnya untuk menanggapi hukuman yang diberikan. Saat akan kembali ke kursi, Ida menghadap ke belakang tempat para tamu sidang dengan mengacungkan dua jempolnya.

Aksinya itu dibalas tepuk tangan dari keluarga, kerabat, dan koleganya. Ida yang duduk di kursi pengunjung sidang sejak dimulainya persidangan.

Keributan itu pun ditegur Ketua Majelis Hakim agar pengunjung untuk tidak gaduh. Sebab, jalannya persidangan belum selesai. "Ini bukan pertunjukan, kalau tidak tertib akan saya keluarkan," ucap Yusriansyah.

Sidang dilanjutkan dengan mendengarkan jawaban atas putusan yang diberikan. "Yang mulia majelis hakim, kita pikir-pikir (banding atau tidak)," ucap salah satu penasihat hukum dan jaksa.

Baca Juga: Bersaksi di Sidang Wawan, Eks Kadis Banten Sebut Nama Suti Karno Masuk Daftar Proyek 

Setelah persidangan usai, salah satu keluarga terdakwa langsung mengejar terdakwa lainnya yakni, Direktur PT Estetika Guna Prima (EGP) Biahaqi yang sedang duduk diruang persidangan. Beruntung aksi saling pukul dapat dicegah oleh keluarga terdakwa lainnya.

"Ini tersangka yang sebenarnya," ucapnya kepada wartawan yang meliput.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini