Diduga Lakukan Penistaan Agama, Delon Ditangkap Polisi

Azhari Sultan, Okezone · Rabu 29 Januari 2020 22:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 29 340 2160316 diduga-lakukan-penistaan-agama-delon-ditangkap-polisi-AOiJMCt3AD.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

JAMBI - Diduga menghina agama Islam melalui media sosial (medsos) Facebook, Delon Syhamputra Duha (21) diamankan jajaran Polres Tanjungjabung Timur (Tanjab Timur), Jambi.

Kapolres Tanjab Timur, AKBP Deden Nurhidayatullah mengakui telah mengamankan pelaku dugaan penistaan agama. Menurutnya, terungkapnya kasus ini berawal dari adanya laporan dari masyarakat pada tanggal 18 Januari 2020 lalu.

"Kami mengamankan terduga pelaku, karena beberapa warga tidak terima dengan statusnya," kata Deden, Rabu (29/1/2020).

Kata Deden, pihaknya menangkap pelaku setelah sembilan hari melakukan pengejaran, di Desa Rukam, Kecamatan Muaro Sebo, Kabupaten Muarojambi. Dari tangan pelaku, petugas menyita sejumlah barang bukti, diantaranya handphone android milik pelaku yang digunakan untuk mengunggah status di Facebook.

"Selain itu, kami juga memiliki barang bukti berupa screenshoot status Facebook Delon Syhamputra Duha yang telah di print kertas," ungkap Deden.

 Penangkapan

Ia menambahkan, bahwa penyidikan sudah dimulai dan berita acara sudah dilaksanakan. Dia berharap, dalam waktu dekat cepat terselesaikan dan dilanjutkan ke tahap dua.

"Kami berharap kasus ini bisa segera terselesaikan. Kepada masyarakat kami pinta tidak terprovokasi dan terpancing, serahkan seluruhnya proses hukum pada kepolisian," ungkapnya.

Dalam unggahannya tersebut, pelaku menulis di Facebook "rata-rata agama I*#*m (kata cacian) eya kan. Dasar agama SESAT".

Sementara itu, Ketua FKUB Tanjabtim, Syarippudin berterima kasih kepada Polres Tanjabtim yang telah berhasil mengungkap kasus penista agama Islam. Dia pun berharap ini tidak berhenti sampai disini, dan berlanjut sesuai proses hukum yang berlaku.

"Saya mengimbau kepada seluruh umat Islam dan masyarakat, agar berhati-hati menggunakan media sosial, jangan sampai menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan lagi. Mudah-mudahan penistaan agama ini yang terakhir terjadi di Kabupaten Tanjabtim," kata Syarippudin.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini