nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gempa M5,8 Guncang Maluku Utara, Tidak Berpotensi Tsunami

Subhan Sabu, Jurnalis · Kamis 30 Januari 2020 08:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 30 340 2160451 gempa-m5-8-guncang-maluku-utara-tidak-berpotensi-tsunami-NMbSLhmooe.jpg Ilustrasi pendeteksian gempa. (Foto: Shutterstock)

MANADO – Wilayah Maluku Utara diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,8. Gempa terjadi sekira pukul 06.46 WIB, Kamis 30 Januari 2020.

Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan informasi episenter gempa bumi ini terletak pada koordinat 0,76 lintang utara dan 126,34 bujur timur atau tepatnya berlokasi di laut dengan jarak 115 kilometer arah barat Kota Ternate, Maluku Utara, pada kedalaman 24 km.

Dengan memerhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya subduksi Lempeng Laut Maluku.

Baca juga: Gempa Bermagnitudo 3,8 Guncang Lampung Selatan 

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan sesar naik (thrust fault)," kata Kasi Data dan Info BMKG Sulut Edward H Mengko, Kamis (30/1/2020).

Guncangan gempa bumi ini dirasakan di Manado, Ternate, Sofifi, Jailolo, Tidore, dengan skala III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah.

"Hingga saat ini tidak ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock)," ujar Mengko.

Baca juga: Gempa Magnitudo 4,0 Guncang Sumbawa Barat NTB 

Oleh karena itu kepada masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dan agar menghindar dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," pungkasnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini