nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pasutri Pelaku Penipuan Investasi Ditangkap di Kos-Kosan Balikpapan

iNews TV, Jurnalis · Jum'at 31 Januari 2020 14:38 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 31 510 2161252 pasutri-pelaku-penipuan-investasi-ditangkap-di-kos-kosan-balikpapan-Hb0BeV3UGp.jpg Ilustrasi (Shutterstock)

SLEMAN – Tim Reskrim Polsek Depok Timur menangkap pasangan suami-istri, MW (43) dan IF (41), yang diduga melakukan penipuan berkedok investasi hingga miliaran rupiah. Kedua pelaku yang merupakan warga Ngemplak, Sleman, ditangkap di kos-kosan di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Rabu 29 Januari 2020.

"Pelakunya ketika itu melarikan diri. Lalu kita lakukan penyelidikan. Akhirnya dapat kita temukan di Balikpapan di tempat kos-kosan. Pelakunya bisa kita amankan," kata Kapolsek Depok Timur, Kompol Paridal, dalam tayangan iNews TV, Jumat (31/1/2020).

Namun, polisi belum menetapkan pasutri itu sebagai tersangka karena masih perlu diperiksa lebih lanjut.

"Belum kita tetapkan secara tersangkanya. Ini (pelaku) baru sampai di Yogyakarta, baru akan kita lakukan penyidikan pengembangan ada temuan temua yang lain," kata Kanit Reskrim Polsek Depok Timur, Iptu Dewo Mahardian.

Kapolsek Depok Timur, Kompol Paridal (kanan) Kanit Reskrim Polsek Depok Timur, Iptu Dewo Mahardian. (iNews TV/Heru Trijoko)

Ia menjelaskan, untuk menipu korbannya, pelaku bermodus menawarkan investasi sembako di sejumlah hotel bintang lima senilai Rp800 juta.

"Dia berkedok dana dimasukkan ke usaha sembakonya, diputar di situ 'investasi' jual beli sembako. Tapi mungkin karena terlalu banyak timbun diputar entah ke mana kita enggak tahu akhirnya pelaku enggak bisa mengembalikan dana tersebut," ujarnya.

Saat ini, polisi masih menelusuri uang korban yang diputar oleh pelaku.

Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti di antaranya uang tunai Rp2-3 juta.


Baca Juga : Ari Sigit Serahkan Rp3,5 Miliar ke Polisi Terkait Kasus Memiles

Sebelumnya, puluhan orang menjadi korban penipuan investasi bodong yang diduga dilakukan MW dan IF. Korban menanamkan “uangnya” Rp100 juta hingga Rp12 miliar.


Baca Juga : Ratusan Orang Jadi Korban Penipuan Investasi Bodong di Banyuwangi

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini