Share

Senator Partai Republik: Tindakan Trump Salah, tapi Tak Cukup untuk Memakzulkan

Senin 03 Februari 2020 11:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 03 18 2162404 senator-partai-republik-tindakan-trump-salah-tapi-tak-cukup-untuk-memakzulkan-JcBtEhwZIl.jpg Pemimpin mayoritas Senat AS, Mitch McConnell. (Foto: AFP)

WASHINGTON - Sejumlah Senator penting Partai Republik mengatakan, permintaan Trump kepada Presiden Ukraina untuk menggelar penyelidikan atas calon saingannya dalam pemilihan presiden tahun ini adalah tindakan yang salah. Namun, mereka menyatakan bahwa kesalahan itu tidak cukup penting untuk menurunkan Trump dari jabatannya.

Selama berbulan-bulan Trump menyebut permintaannya kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk menyelidiki mantan Wakil Presiden Joe Biden dan putranya Hunter, yang pernah bekerja pada sebuah perusahaan gas alam Ukraina sebagai suatu hal yang “sempurna”.

BACA JUGA: Senat AS Tolak Kesaksian dan Dokumen Baru dalam Sidang Pemakzulan Trump

Tapi senator Partai Republik Lamar Alexander dan Senator Joni Ernst pada Minggu, Februari 2020 mengatakan bahwa Trump bersalah ketika ia minta bantuan Zelensky menyelidiki Biden sambil menahan bantuan militer berjumlah USD391 juta bagi Ukraina yang sedang berjuang melawan separatis pro-Rusia di kawasan timur negara itu.

Alexander, yang menentang usaha pihak Demokrat untuk memanggil saksi-saksi penting dalam sidang pemakzulan Trump di Senat pada jaringan televisi NBC mengatakan bahwa Trump telah melanggar peraturan ketika ia minta diadakannya penyelidikan atas Joe Biden.

“Saya kira ia mestinya tidak melakukan hal itu, dan saya kira itu adalah tindakan yang salah,” kata Alexander sebagaimana dilansir VOA, Senin (3/2/2020).

Tapi Alexander menambahkan bahwa apa yang dilakukan Trump itu “masih jauh dari tuduhan bahwa ia melakukan pengkhianatan, penyogokan, kejahatan berat dan ringan" yang dirumuskan oleh UUD sebagai kejahatan yang bisa mengakibatkan Trump disingkirkan dari jabatan.

Dia menambahkan bahwa para pemilih-lah yang berhak memutuskan nasib Trump apakah ia akan terpilih lagi dalam pemilihan umum November 2020.

Seorang senator partai Republik lainnya, Ben Sasse dari Negara Bagian Nebraska mengatakan, “Saya ingin menjelaskan lagi, bahwa apa yang dikatakan senator Lamar sama dengan pendapat banyak dari kami (dalam kelompok Republik).”

BACA JUGA: Trump Menjadi Presiden Ketiga yang Menjalani Sidang Pemakzulan Sepanjang Sejarah AS

Sementara itu Senator Joni Ernst mengatakan kepada CNN bahwa permintaan Trump kepada Ukraina untuk mengadakan penyelidikan yang berbau politik “bukanlah sesuatu yang akan saya lakukan. Ia mungkin melakukannya dengan cara yang salah,” tambahnya.

Pemungutan suara dalam Senat tentang perlu tidaknya pemanggilan saksi-saksi dan pengungkapan dokumen baru, berakhir dengan perbandingan suara 51 menolak lawan 49 suara yang minta saksi tambahan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini