nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PBB: Tidak Ada Tempat Aman di Idlib Suriah

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Rabu 05 Februari 2020 15:50 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 05 18 2163798 pbb-tidak-ada-tempat-aman-di-idlib-suriah-QEyJxaCMul.jpg Bangunan hancur di Idlib, Suriah. (Foto/Twitter White Helmets)

JENEWA – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menerima pesan yang mengkhawatirkan dari stafnya di Idlib, Suriah, ketika serangan terjadi di barat laut negara itu.

"Tidak ada tempat aman di Idlib. Bom jatuh di mana saja dan di mana-mana. Bahkan mereka yang melarikan diri dari garis depan, tidak aman dan ada lautan orang bergerak ke segala arah," kata Jens Laerke, juru bicara Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) melansir Yeni Safak, Rabu (5/2/2020) yang mengutip Anadolu.

Ia mengatatakan telah terjadi serangan udara dan penembakan yang terus-menerus dalam dua bulan sejak 1 Desember, dan lebih dari 520.000 orang terlantar sejak saat itu.

"Kami terkejut dan ngeri dengan serangan militer lanjutan di Suriah barat laut, tempat 3 juta warga sipil terperangkap di zona perang. Kami telah mencatat lebih dari 1.500 warga sipil tewas sejak Desember," kata Laerke.

Baca juga: Serangan Udara Hantam Pasar di Idlib Suriah, 18 Orang Tewas

Baca juga: Kota Ini Lebih Banyak Ditinggali Kucing daripada Manusia

Dia mengatakan sebagian besar pengungsi adalah perempuan, anak-anak dan orang tua, dan menyediakan tempat berlindung semakin sulit.

"Tantangan terbesar saat ini adalah memastikan tempat berlindung bagi ribuan orang terlantar. Mereka terperangkap di sekolah-sekolah dan masjid-masjid, atau tinggal di tenda-tenda yang terpapar angin, hujan, dan cuaca yang dingin," kata Laerke.

Dia mengatakan para pekerja kemanusiaan bekerja keras tanpa henti untuk membantu semua orang yang membutuhkan tetapi skala krisisnya sangat besar dan bantuan tidak cukup.

Seorang pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan keprihatinannya akibat dampak pemboman terhadap fasilitas kesehatan.

"Ada dua serangan terhadap fasilitas medis di Suriah barat laut baru-baru ini, di mana 10 nyawa hilang dan 30 orang terluka," kata juru bicara WHO Tarik Jasarevic.

Terletak di barat laut negara itu, provinsi Idlib telah menjadi kubu kelompok oposisi dan anti-rezim Suriah sejak pecahnya perang saudara pada 2011.

Saat ini tempat itu adalah rumah bagi sekitar 4 juta warga sipil, termasuk ratusan ribu pengungsi dalam beberapa tahun.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini