Investasi Sembako Bodong Pasutri di Sleman Ditangkap Polisi

iNews TV, MNC Media · Rabu 05 Februari 2020 11:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 05 510 2163598 investasi-sembako-bodong-pasutri-di-sleman-ditangkap-polisi-Gd2FEc59sO.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

SLEMAN – Sepasang suami istri (pasutri) warga Sleman, Yogyakarta ditangkap polisi di Balikpapan, Kalimantan Timur. Keduanya ditangkap polisi atas laporan investasi bodong sembako dan gula yang menyebabkan para korban menderita kerugian hingga Rp15,6 miliar.

Penangkapan MW (44) dan IF (41) di Balikpapan pada tanggal 29 januari 2020, karena laporan oleh beberapa orang warga yang menyadari kalau mereka telah menjadi korban tindak penipuan yang dilakukan oleh pasangan suami istri ini.

Kabid Humas Polda DIY, AKBP Yuliyanto mengatakan, kasus investasi bodong ini terungkap setelah salah satu korbannya membuat laporan polisi dan mengaku merugi sebesar Rp804, 6 juta setelah tertipu oleh investasi bodong dari pasangan suami istri.

“Ternyata banyak laporan yang masuk dibeberapa polsek,” kata Yulianto.

Kata Yulianto, kepada para korban, kedua tersangka mengajak untuk bekerjasama dengan menanamkan uangnya dalam bentuk investasi pengadaan sembako dan gula di hotel, dengan keuntungan yang ditawarkan mencapai 12 persen dari jumlah investasi.

Namun ternyata itu hanyalah modus dari kedua tersangka untuk mengeruk uang dari para korban dengan pola mengambil uang nasabah yang satu untuk memberikan keuntungan pada nasabah yang lain.

Selain menangkap tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa kartu atm, buku tabungan, sejumlah uang dan cek palsu dari sebuah bank.

Hingga saat ini, polisi masih menelusuri aliran dana dari korban investasi bodong yang jika dikalkulasikan mencapai Rp15,6 miliar. Polisi pun menghimbau kepada warga yang menjadi korban investasi bodong dari kedua tersangka ini untuk melapor ke polisi, karena diduga masih banyak korban dari investasi bodong yang belum melapor.

Pasutri tersangka investasi bodong ini akan dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan UU Nomor 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini