KOTA MALANG – Pelajar SMP Negeri di Kota Malang yang diduga menjadi korban bullying di sekolah, MS (12), menjalani operasi amputasi jari di Rumah Sakit (RS) Lavalatte, pada Selasa (4/2/2020) malam.
Paman korban, Taufik, menyatakan usai diamputasi jari tengah tangan kanannya, MS masih tampak syok dan terus menangis.
"Semalam operasi dari jam 18.00 WIB sore sampai jam 09.30 WIB. Setelah operasi dia itu terus menangis. Sampai pagi tadi baru tenang," ucap Taufik ditemui di RS Lavalatte, Rabu siang (5/2/2020).
Ia menambahkan, setidaknya ada dua ruas jari tengah tangan kanan MS yang diamputasi dokter. Keputusan ini diambil setelah pihak dokter melihat sistem jaringan serta peredaran darahnya sudah terhambat dan ujung jarinya sudah mati rasa.
"Sehingga kalau tidak dipotong juga takutnya darah yang ngumpul justru akan berbahaya bagi kesehatannya," ujarnya.