Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Begini Kondisi Pelajar SMP Korban Bullying di Malang Usai Jarinya Diamputasi

Avirista Midaada , Jurnalis-Rabu, 05 Februari 2020 |16:20 WIB
Begini Kondisi Pelajar SMP Korban <i>Bullying</i> di Malang Usai Jarinya Diamputasi
Taufik (kanan), paman siswa yang jadi korban bullying di SMP Malang. (Foto : Okezone.com/Avirista Midaada)
A
A
A

KOTA MALANG – Pelajar SMP Negeri di Kota Malang yang diduga menjadi korban bullying di sekolah, MS (12), menjalani operasi amputasi jari di Rumah Sakit (RS) Lavalatte, pada Selasa (4/2/2020) malam.

Paman korban, Taufik, menyatakan usai diamputasi jari tengah tangan kanannya, MS masih tampak syok dan terus menangis.

"Semalam operasi dari jam 18.00 WIB sore sampai jam 09.30 WIB. Setelah operasi dia itu terus menangis. Sampai pagi tadi baru tenang," ucap Taufik ditemui di RS Lavalatte, Rabu siang (5/2/2020).

Ia menambahkan, setidaknya ada dua ruas jari tengah tangan kanan MS yang diamputasi dokter. Keputusan ini diambil setelah pihak dokter melihat sistem jaringan serta peredaran darahnya sudah terhambat dan ujung jarinya sudah mati rasa.

"Sehingga kalau tidak dipotong juga takutnya darah yang ngumpul justru akan berbahaya bagi kesehatannya," ujarnya.

Siswa SMP di Malang, Jawa Timur menjalani perawatan di rumah sakit setelah diduga mengalami bullying. (Foto : Ist)

Saat ditanya mengenai proses hukum yang dilakukan kepolisian, pihak keluarga yang diwakili pamannya mengaku menyerahkan proses tersebut kepada kepolisian. Pihak keluarga hanya fokus bagaimana pemulihan, terutama dari sisi psikologis MS.

"Kita serahkan sepenuhnya ke polisi, mau enggak mau dia trauma karena cacat permanen," tuturnya.

Sebelumnya pada 15 Januari 2020 MR (12) siswa kelas VII salah satu SMPN di Kota Malang diduga mengalami bullying yang menyebabkan sejumlah luka lebam di sekujur tubuhnya. Bahkan jari tengah tangan kanan MR sampai harus diamputasi lantaran luka yang cukup parah. Kepolisian telah melakukan penyelidikan dan menduga ada penganiayaan terhadap korban.


Baca Juga : Jari Siswa SMP di Malang Diamputasi Setelah Di-Bully dan Dilempar Kawannya ke Tanah

Polisi telah memeriksa setidaknya 15 orang untuk dimintai keterangan. Selain itu hasil visum dari pihak RS Lavalatte juga sudah diterima pihak kepolisian.

Dari sanalah Polresta Malang Kota telah menaikkan status dari penyelidikan menjadi penyidikan, dengan menetapkan tersangka, kepada pelaku yang seluruhnya masih di bawah umur.


Baca Juga : Pelajar yang Bully Rekannya di SMPN Malang Jadi Tersangka

(Erha Aprili Ramadhoni)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement