Sempat Ada Disinformasi dalam Kasus Bullying Pelajar SMP di Malang

Avirista Midaada, Okezone · Rabu 05 Februari 2020 16:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 05 519 2163838 sempat-ada-disinformasi-dalam-kasus-bullying-pelajar-smp-di-malang-JelE7QxdHX.jpg Wali Kota Malang Sutiaji (foto: Avirista Midaada/Okezone)

KOTA MALANG - Mencuat kabar diamputasinya jari tengah salah satu pelajar SMP negeri di Kota Malang, awalnya disebut pihak sekolah dan Dinas Pendidikan (Disdik) sebagai tindakan bercanda. Padahal itu pelajar SMP tersebut merupakan korban bullying teman-temannya.

"Kesimpulan sementara, memang ada tapi tidak kekerasan, guyon (bergurau). Anak-anak itu guyon di masjid. Dia pertama yang jari tangannya sakit itu bukan karena diinjak atau diapakan, tapi karena seringnya kejepit gesper ikat pinggang dan itu sering sekali Ariel sendiri yang cerita," Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Malang, Zubaidah, kepada awak media beberapa waktu lalu di Kantor Disdik Kota Malang.

Baca Juga: Begini Kondisi Pelajar SMP Korban Bullying di Malang Usai Jarinya Diamputasi 

Keterangan tersebut didapatnya dari laporan sekolah, hal ini pula yang disayangkan Wali Kota Malang Sutiaji. Menurut dia, seolah ada yang ditutupi dalam kejadian bullying tersebut.

Siswa SMP di Malang, Jawa Timur menjalani perawatan di rumah sakit setelah diduga mengalami bullying. (Foto : Ist)	 

"Tidak boleh takut dan menutupi kalau ada kejadian sekecil apapun, harus dilakukan sesuai dengan apa yang ada sehingga tidak ada missed. Karena starting point ketika premis minornya dan mayor nyandak pernyataan - pernyataan yang dilakukan oleh kepala dinas dapat laporan dari sumber kepala sekolah dan lingkungannya," terang Sutiaji usai memanggil seluruh kepala sekolah di Balai Kota Malang, Rabu (5/2/2020).

Di sisi lain beredarnya kabar terjepit gesper yang menjadi penyebab diamputasi jari pelajar SMP korban bullying dibantah oleh kepolisian.

"Tidak ada bunyi (mengenai terjepit gesper) di pemeriksaan kami terkait itu," ucap Kapolresta Malang Kota, Kombes Leonardus Simarmata.

Sebelumnya pada 15 Januari 2020 MR (12) siswa kelas VII salah satu SMP negeri di Kota Malang, diduga mengalami bullying yang menyebabkan sejumlah luka lebam di sekujur tubuhnya. Bahkan jari tengah tangan kanan MR sampai harus diamputasi lantaran luka yang cukup parah.

Baca Juga: Pelajar yang Bully Rekannya di SMPN Malang Jadi Tersangka 

Kepolisian sendiri telah melakukan penyelidikan dan menduga ada penganiayaan terhadap korban. Polisi telah memeriksa setidaknya 15 orang untuk dimintai keterangan. Selain itu hasil visum dari pihak RS Lavalatte juga sudah diterima pihak kepolisian.

Dari sanalah Polresta Malang Kota telah menaikkan status dari penyelidikan menjadi penyidikan, dengan menetapkan tersangka, kepada pelaku yang seluruhnya masih di bawah umur.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini