Bupati Bengkalis dan Wakilnya Sama-Sama Terjerat Korupsi, Warga: Kami Malu

Banda Haruddin Tanjung, Okezone · Jum'at 07 Februari 2020 15:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 07 340 2164964 bupati-bengkalis-dan-wakilnya-sama-sama-terjerat-korupsi-warga-kami-malu-EFUEA8Gf6t.jpg Ilustrasi

PEKANBARU - Nasib warga Bengkalis, Riau sedang tak menentu. Mereka terancam tak punya pemimpin lantaran Bupati dan Wakil Bupati mereka, sama-sama terjerat korupsi, meski dalam kasus yang berbeda.

"Kita sebagai warga Bengkalis sangat malu mempunyai pemimpin yang korup. Seharusnya mereka amanah," ucap Ramadoni, warga Bengkalis, Jumat (7/2/2020).

Seperti diketahui, Bupati Bengkalis, Amril Mukminin terjerat kasus korupsi proyek multiyears peningkatan Jalan Duri-Sei Pakning tahun 2017-2019.

Pada Kamis 6 Febuari 2020, orang nomor satu di Pemkab Bengkalis diperiksa dan langsung ditahan pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Baca Juga: KPK Tetapkan Bupati Bengkalis sebagai Tersangka Korupsi Proyek Jalan

Politisi Partai Golkar ini diduga menerima uang suap Rp2,5 miliar. Uang tersebut disinyalir untuk memuluskan anggaran proyek multiyears peningkatan Jalan Duri-Sei Pakning tahun 2017-2019.

Amril kembali menerima uang dari pihak PT CGA sebesar Rp3,1 miliar dalam bentuk dollar Singapura ketika menjabat Bupati Bengkalis. Uang tersebut diberikan pihak PT CGA ke Amril dalam rentang waktu Juni dan Juli 2017.

KPK juga sudah menetapkan 10 tersangka lainnya terkait korupsi jalan di Bengkalis. Mereka adalah, M Nasir selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Tirtha Adhi Kazmi selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).

Baca Juga: Ditetapkan Tersangka, Wakil Bupati Bengkalis Mangkir dari Panggilan Polisi

Kemudian delapan orang kontraktor bernama Handoko Setiono, Melia Boentaran, I Ketut Surbawa, Petrus Edy Susanto, Didiet Hadianto, Firjan Taufa, Victor Sitorus dan Suryadi Halim alias Tando.

Di hari yang sama, 6 Febuari 2020 Polda Riau juga melayangkan surat panggilan kepada Wakil Bupati Bengkalis Muhammad. Orang nomor dua di Pemkab Bengkalis ini dipanggil untuk pertama kali setelah ditetapkan tersangka oleh penyidik.

Namun Wabup Bengkalis mangkir dari panggilan polisi. Polda Riau menjadwalkan pemanggilan kembali Muhamamd.

Muhammad ditetapkan tersangka dalam kasus suap perkara dugaan korupsi proyek pengadaan dan pemasangan pipa transmisi di Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, terjadi pada 2013. Saat itu Muhammad menjabat sebagai Kabid Cipta Karya Dinas PU Pemprov Riau.

Nilai proyek pengadaan dan pemasangan pipa transmisi di Inhil adalah Rp3,4 miliar. Setelah ditelusuri proyek ini tidak sesuai spesifikasi.Dalam proyek tersebut sebanyak tiga orang sudah sudah dijerat.

Bahkan perkara ketiganya sudah ke persidangan. Ketiga orang yang terseret adalah Sabar Stavanus P Simalonga selaku Direktur PT Panatori Raja yang merupakan pihak rekanan, Edi Mufti, selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) pada proyek tersebut, serta Syahrizal Taher selaku konsultan pengawas.

Berkat sejumlah alat bukti ditambah fakta persidangan, kejaksaan dan pihak kepolisian menetapkan Wabup Bengkalis menjadi tersangka.

Amril dan Muhammad menjadi Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis dalam Pilkada 2015. Namun tidak berapa lama setelah keduanya menjabat, keduanya tampak tidak akur. Perpecahan antara bupati dan wakilnya sudah menjadi rahasia umum.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini