nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Warga Cirebon Khawatir Terjadi Banjir Susulan

Fathnur Rohman, Jurnalis · Minggu 09 Februari 2020 14:13 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 09 525 2165689 warga-cirebon-khawatir-terjadi-banjir-susulan-hCJMAi20W3.jpg Banjir surut, warga membersihkan lumpur dari dalam rumahnya pascabanjir terjang Desa Wanaka, Gunungjati, Cirebon, Jabar, Minggu (9/2/2020). (Foto : Okezone.com/Fathnur Rohman)

CIREBON – Warga di Desa Wanakaya, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, sudah mulai melakukan aktivitas seperti biasanya. Banjir yang sebelumnya merendam kawasan tersebut sejak Sabtu 8 Februari 2020 kemarin, siang ini sudah surut.

Dari pantauan Okezone di lokasi, warga tampak menjemur barang-barang mililiknya yang basah terkena air. Tidak sedikit dari mereka juga membersihkan sisa-sisa lumpur di dalam rumahnya.

Meski sudah surut, sebagian warga di Desa Wanakaya masih khawatir akan terjadinya banjir susulan. Pasalnya, tanggul Sungai Condong yang jebol sepanjang enam meter hanya diperbaiki sementara menggunakan karung pasir. Warga takut seumpama hujan deras turun kembali, tanggul tersebut tidak akan mampu menahan luapan air Sungai Condong.

"Ya masih takut. Ini merendam dua desa. Gara-gara tanggul jebol. Semoga enggak terjadi lagi. Saya cuman waswas aja," kata Tumi salah seorang warga Desa Wanakaya, saat berbincang dengan Okezone, Minggu (9/2/2020) siang.

Tumi berharap Pemerintah Kabupaten Cirebon segera mencari solusi untuk mengatasi banjir. Menurut Tumi, banjir kemarin tidak hanya menerjang desanya, tetapi beberapa desa di Kabupaten Cirebon terendam banjir.

Banjir yang menerjang Desa Wanakaya, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, surut. (Foto : Okezone.com/Fathnur Rohman)

"Harapannya semoga enggak banjir lagi. Kami di sini sangat terganggu kalau banjir lagi, " ujar Tumi.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Dadang Suhendra mengungkapkan, banjir di Desa Wanakaya dan Desa Astana disebabkan jebolnya tanggul Sungai Condong sepanjang enam meter.

Dadang menjelaskan, Desa Wanakaya dan Desa Astana menjadi muara aliran Sungai Condong, Cipager, dan Sungai Pekik. Menurut dia, ketika debit air meningkat, secara otomatis dua desa ini akan menerima dampaknya.

"Ada tanggul yang jebol sepanjang enam meter sehingga mengakibatkan air meluap dan merendam pemukiman warga, " tutur Dadang.

Baca Juga : Wilayah Cirebon Masih Terendam Banjir 1 Meter

Secara keseluruhan ada sepuluh kecamatan di Kabupaten Cirebon yang terdampak banjir. Penyebab banjir sendiri rata-rata diakibatkan oleh luapan air sungai, menyusul hujan deras sejak Jumat 7 Februari 2020 sore.


Baca Juga : Banjir di Cirebon Mulai Surut, Tim Gabungan Tutup Tanggul Jebol dengan Karung Pasir

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini