Ditangkap Polisi, Bandar Ganja Pura-Pura Sakit Jantung

iNews TV, MNC Media · Senin 10 Februari 2020 14:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 10 340 2166147 ditangkap-polisi-bandar-ganja-pura-pura-sakit-jantung-cMizP8OTBA.png Martin Nova saat ditangkap polisi (foto: ist)

BUKIT TINGGI - Seorang pengedar ganja di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pura-pura mendadak sakit jantung, saat ditangkap polisi di rumahnya di Jorong Parabek, Nagari Ladang Laweh, Kecamatan Banuhampu.

Martin Nova (35) tak berkutik ketika ditangkap petugas saat tidur di rumahnya ini, saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan barang bukti paket-paket besar ganja yang disimpan di balik lemari.

“Penemuan ganja yang disimpan tersangka di bawah meja sudut ini, membuat tersangka kaget dan langsung berpura-pura mendadak sakit jantung,” kata Kapolres Bukittinggi, AKBP Iman Pribadi Santoso.

 Bandar Ganja

Tersangka diduga mabuk dan baru tertidur usai menghisap ganja, karena petugas mencium bau pekat khas asap ganja di ruang tamu. Tersangkap pun tak dapat mengelak, saat polisi menemukan puntung rokok bercampur ganja di dalam asbak dan plastik berisi daun ganja kering lengkap dengan bijinya di atas meja.

“Tersangka mengaku barang tersebut merupakan milik besannya, yang sedang membawa truk ke pulau Jawa,” sambungnya.

Sementara dihadapan perangkat RT dan pemuda, tersangka akhirnya mengakui masih menyimpan paket ganja lain, lalu mengeluarkan tiga paket besar ganja yang disimpan di dalam bungkusan plastik besar di balik lemari ruang tamu.

“Tersangkan dapatkan barang itu dari seseorang di Lembaga Pemasyarakatan Biaro 2 hari lalu,” tuturnya.

 Bandar Ganja

Tersangka, kata Iman, berencana membagi paket besar ini dengan beberapa paket-paket kecil untuk diedarkan di kawasan Agam Timur dan Kota Bukittinggi, dengan target pelangan pengemudi angkot, pengemudi ojek daring, pemuda, dan pelajar SLTA.

Kini tersangka bersama barang bukti dibawa ke Mapolres Bukittinggi, untuk penyelidikan lebih lanjut. Tersangka terancam hukuman minimal enam tahun penjara, karena diduga melanggar undang-undang penyalahgunaan narkotika.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini