Share

Ratusan Kera Liar Serbu Perumahan, Jarah Hasil Kebun dan Makanan Warga

krjogja.com, · Selasa 11 Februari 2020 16:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 11 512 2166808 ratusan-kera-liar-serbu-perumahan-jarah-hasil-kebun-dan-makanan-warga-n1KTPzR4tH.jpg Ilustrasi

SUKOHARJO - Warga perbukitan Batu Seribu, Kecamatan Bulu, Sukoharjo, Jawa Tengah. Ratusan kera datang menjarah kebun dan rumah mereka.

Serangan kera liar itu diduga karena faktor belum tersedianya bahan pangan alam di atas bukit.

Sukidi, Warga Sungsan, Desan Gentan, Kecamatan Bulu Sukidi, Selasa (11/2/2020) mengatakan, kawanan kera liar sering terlihat saat siang hingga sore hari seperti dikutip dari KRJogja.

Kera turun dari atas bukit Batu Seribu, Bulu dalam jumlah banyak dan langsung menjarah bahan pangan milik warga. Bahkan kera liar juga mengambil hasil perkebunan milik warga seperti singkong, kacang dan pisang.

“Kawanan kera liar itu seperti sering saya lihat saat siang hari berkeliaran di sekitar SDN Gentan 2 Bulu saat siang hari. Kera mencabut tanaman singkong dan pisang di kebun milik sekolah. Bahkan bahan pangan yang ada di rumah warga juga diambil,” ujarnya.

Kawanan kera liar sudah terlihat sejak musim kemarau tahun 2019 lalu. Namun, Sukidi menjelaskan, serangan kawanan kera liar sekarang sudah sedikit reda karena memasuki musim hujan.

“Meski sudah musim hujan tapi kawanan kera liar masih turun bukit dan menjarah pangan warga. Sebab di atas bukit sana kebutuhan pangan alam seperti buah belum banyak. Disisi lain populasi kera justru bertambah banyak atau tidak sebanding,” lanjutnya.

Sukidi mengatakan, sudah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak pemerintah desa dan diteruskan ke kecamatan. Namun penanganan belum bisa tuntas dilakukan mengingat kawanan kera liar yang ditangani jumlahnya sangat banyak.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Sri Maryanto mengatakan, sudah mendengar keluhan warga. Kawanan kera liar memang masih terlihat turun bukit dan menjarah bahan pangan warga di kebun.

Serangan tersebut diduga karena faktor kebutuhan pangan alam pohon buah di atas bukit belum semuanya berbuah. Selain itu kondisi sekarang tidak sebanding antara stok pangan buah dengan banyaknya populasi kera liar.

“Habitat alam kera liar itu memang di atas bukit dan mereka turun mencari makan. Karena di bawah bukit merupakan perkampungan warga maka kawanan kera liar itu menjarah hasil kebun seperti singkong, pisang, kacang dan lainnya,” ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini