nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Heboh Pemusnahan Babi, Gubernur Sumut Angkat Bicara

iNews TV, Jurnalis · Selasa 11 Februari 2020 08:59 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 11 608 2166505 heboh-pemusnahan-babi-gubernur-sumut-angkat-bicara-ViV5wZ1AVn.jpg Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi (Foto: Okezone)

SUMUT - Rencana pemusnahan babi untuk memutus rantai penyebaran virus kolera di Sumatera Utara menuai penolakan. Bahkan, isu yang beredar menyebut ternak babi terjangkit wabah virus African Swine dan Fever (ASF) atau demam babi Afrika.

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengaku belum memastikan untuk menyelesaikan persoalan ini, karena sulit menyatakan bahwa virus ASF ini sudah masuk kategori bencana. Jika ditetapkan sebagai bencana maka harus memusnahkan seluruh babi, dan persoalan lain pun muncul.

Baca Juga: Demo #SaveBabi, Ribuan Orang Kepung DPRD Sumut

Edy tak memungkiri bahwa butuh anggaran yang besar untuk memusnahkan seluruh hewan ternak babi. Hal ini yang membuatnya masih memikirkan biaya ganti rugi kepada peternak atau perusahaan, jika nantinya seluruh babi harus dimusnahkan.

"Pemusnahan babi ini terwabah kolera, kolera ini hanya mewabah kepada babi, ada tempat-tempat spot yang tidak kena wabah di Sumut, ini yang sedang kita pelajari dan disiapkan, itu yang kena kita eleminir," ujar Edy seperti dikutip dari iNews TV.

Babi Foto Ist

Edy mengatakan, virus yang ada pada babi tidak seperti penyakit pada ayam yang bisa menular ke manusia. Virus hewan babi ini yang tertular hanyalah hewan saja bukan manusia.

"Langkah kedua, kita perbantukan rakyat oleh tim yang kita bentuk, bila ada yang mati kita bantu kubur supaya tidak dibuang sembarangan, tidak perbolehkan babi-babi keluar dari tempat yang tidak ditentukan, karena kalau keluar ini mewabah ke tempat lain," ujarnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini