nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Afghanistan: Pembicaraan Taliban-AS Alami Kemajuan

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Rabu 12 Februari 2020 14:53 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 12 18 2167335 presiden-afghanistan-pembicaraan-taliban-as-alami-kemajuan-qDUpl2P3mn.jpg Presiden Afghanistan Ashraf Ghani dan Presiden AS Donald Trump. (Foto Twitter Ashraf Ghani)

WASHINGTON – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo mengatakan ada kemajuan penting dalam pembicaraan antara AS dan Taliban mengenai kesepakatan bagi penarikan pasukan AS dari Afghanistan.

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani di Twitter, menyebut Pompeo menginformasikan kepadanya bahwa Taliban mengajukan syarat mengurangi kekerasan secara signifikan dan langgeng.

"Menlu memberitahu saya mengenai usulan Taliban dengan pertimbangan mengurangi kekerasan," tulis Ghani, dan menambahkan, " Ini kemajuan yang menggembirakan."

Baca juga: 2 Tentara AS Tewas Dalam Serangan di Afghanistan

Baca juga: Pesawat Militer AS Jatuh di Afghanistan, Taliban Klaim Bertanggung Jawab

Dia mengimbau Taliban untuk menyetujui gencatan senjata nasional, sebuah tuntutan yang juga diminta Trump pada September saat dia membatalkan perundingan dengan pemberontak yang dipimpin utusan khusus AS kelahiran Afghanistan Zalmay Khalilzad.

Namun Taliban menolak tuntutan itu. Dalam pembicaraan yang berlanjut di Doha, ibu kota Qatar, pada Desember, perunding AS menekan Taliban untuk menyetujui pengurangan kekerasan.

Pembicaraan damai Amerika-Taliban selama hampir 18 bulan akhir-akhir ini mandek karena Amerika menuntut kelompok gerilyawan itu secara signifikan mengurangi kekerasan di Afghanistan sebagai imbalan atas penarikan pasukan Amerika dari negara itu.

Melansir VOA, para perunding Taliban dan Amerika dijadwalkan bertemu Rabu (12/2/2020) di ibu kota Qatar, Doha.

Pertemuan itu, menurut sumber-sumber gerilyawan, bisa mengarah ke pengumuman kesepakatan untuk mengurangi kekerasan antara Taliban dan pasukan asing yang dipimpin Amerika sebagai langkah pertama menuju penandatanganan kesepakatan damai final.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini