nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BNNP DIY Ringkus Kurir Narkoba asal Aceh, 1 Kilogram Sabu Disita

Kuntadi, Jurnalis · Jum'at 14 Februari 2020 11:56 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 14 510 2168344 bnnp-diy-ringkus-kurir-narkoba-asal-aceh-1-kilogram-sabu-disita-FYvLPuCOqS.JPG BNNP DIY ringkus kurir sabu asal Aceh (Foto: Okezone.com/Kuntadi)

YOGYAKARTA - Seorang kurir narkoba berinisial MI (23) warga Bireun, Aceh ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY, di basement Apartement Malioboro City di Depok, Sleman, pada Kamis (13/2/2020) malam. Dari tangan tersangka, petugas menyita sabu seberat 1,095 kilogram.

Kini polisi masih melakukan penyelidikan untuk pengembangan untuk mengungkap jaringan yang lebih besar.

"Kita amankan Kamis malam kemarin sekitar pukul 20.00 WIB di basement apartemen," ungkap Kepala BNNP DIY, I Wayan Sugiri, di kantornya, Jumat (14/2/2020).

Pengungkapan ini, kata dia, berawal dari informasi yang diterima petugas akan terjadinya transaksi gelap narkoba. Petugas langsung melakukan penyelidikan di lapangan. Hingga akhirnya mengarah kepada keterlibatan tersangka dan langsung dilakukan penangkapan.

Saat dilakukan penangkapan tersangka membawa sebuah kardus berisi makanan cokelat. Namun, dari penggeledahan petugas mendapati sabu-sabu yang di-press dan direkatkan dengan kardus untuk menyamarkan.

"Sebenarnya ini modus lama dan pernah kita temukan di 2008," jelasnya.

Wayan memastikan sabu-sabu yang diamankan merupakan narkotika golongan I. BNNP telah melakukan uji keaslian dan memastikan kandungan methaphetamin.

"Kita akan konsisten melakukan penindakan peredaran narkoba. Setidaknya sabu-sabu ini bisa menyelamatkan 6.000 orang," tuturnya.

Tersangka sendiri mengaku sebagai kurir. Dia berstatus mahasiswa di Aceh. Namun, barang itu hendak dikirim ke mana pelaku masih bungkam. Sedangkan ponselnya dalam kondisi hang dan masih akan dilakukan pelacakan.

"Barang itu dibawa dari Sumatera dengan darat," kata Sugiri.

Tersangka bakal dijerat Pasal114 ayat 2 Undang-undang Nomro 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

"Pengakuannya dia baru pertama kali," tandasnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini