Ini Perbedaan Radiasi di Batan Indah dengan Fukushima dan Chernobyl

Hambali, Okezone · Minggu 16 Februari 2020 17:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 16 525 2169324 ini-perbedaan-radiasi-di-batan-indah-dengan-fukushima-dan-chernobyl-FcRSu3IENq.png Perumahan Batan Indah, Tangerang Selatan terpapar radiasi radioaktif (Foto: Okezone)

TANGSEL - Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) mengungkap perbedaan antara paparan radiasi limbah radioaktif mengandung Cesium 137 di Batan Indah, dengan radiasi akibat kecelakaan Cesium 137 di Fukushima, Jepang dan Chernobyl, Ukraina. 

Kepala Bagian Komunikasi Publik dan Protokol Bapeten, Abdul Qohhar, membenarkan jika radiasi Cesium 137 di Batan Indah sama dengan paparan radiasi Cesium 137 yang pernah terjadi Fukushima dan Chernobyl.

"Itu memang benar. Tapi kalau keberadaan cesium karena kecelakaan atau kebocoran fasilitas nuklir, itu pasti ada temannya, bukan single entitas. Ada banyak radioaktif nuklir lain pasti akan masuk kesana," katanya kepada Okezone, Minggu (16/2/2020).

"Tapi yang ada disini adalah singel entitas, hanya cesium 137. Artinya ini hanya sebenarnya terkait nanti pemanfaatan cesium 137 untuk keperluan yang lain, biasanya di bidang industri," imbuhnya.

Baca Juga: Ada Longsor, Tol Cipularang Masih Aman Dilintasi

Perumahan Batan Indah terpapar radioaktif (Foto: Okezone)

Menurut dia, di antara industri-industri yang menggunakan Cesium 137 adalah industri kertas dan baja. Pada industri itu, Cesium 137 diperuntukkan bagi penghitungan ketebalan pada hasil produksi yang ada. Misalnya, untuk menghitung ketebalan lembaran kertas atau lembaran ketebalan baja.

"Salah satu yang menggunakan itu, cesium itu kita gunakan untuk keperluan gauging, artinya pengukuran," ucapnya.

Sebelumnya, Sekretaris Utama Bapeten, Hendriyanto Hadi Tjahyono, menegaskan, bahwa paparan radiasi di area bagian depan Perumahan Batan Indah, bukan berasal dari reaktor nuklir.

"Kami ingin menegaskan bahwa ini berasal dari limbah radioaktif, bukan berasal dari reaktor nuklir. Ini dari limbah radioaktif," ujar Hendriyanto.

Baca Juga: Tebing Setinggi 30 Meter Longsor, Jalan Cilulumpang Purwakarta Lumpuh

Sumber material yang memancarkan radiasi berhasil diangkat dari dalam tanah berbentuk seperti buliran pasir besar. Pihak Bapeten maupun Batan tengah menguji material tersebut di laboratorium. Salah satu hasilnya menyebutkan, bahwa kandungan limbah radioaktif itu mengandung Cesium 137.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini