nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pasca-Longsor di Tol Cipularang, PVMBG: Beban Kendaraan Perlu Dibatasi

CDB Yudistira, Jurnalis · Senin 17 Februari 2020 22:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 17 525 2169943 pasca-longsor-di-tol-cipularang-pvmbg-beban-kendaraan-perlu-dibatasi-dW6ETZoVQo.jpg Foto Ilustrasi Okezone

BANDUNG - Terkait kejadian longsor yang terjadi di dekat tol Cipularang, KM 118+600 jalur B arah Jakarta, atau tepatnya di Kampung Hegarmanah, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, PVMBG keluarkan beberapa rekomendasi.

Ketua Tim Bidang Pergerakan Tanah PVMBG Anjar Hariwaseso mengatakan, longsor masih dapat berpotensi terjadi. Rekomendasi PVMBG, agar dilakukan pembatasan beban kendaraan.

"Penanganan mitigasi struktural, penahan lereng perlu dilakukan pembatasan beban kendaraan di jalan tol. Sosialisasi terhadap masyarakat dan pengguna jalan dalam rangka peningkatan kewaspadaan dan kapasitas masyarakat," kata Anjar, Senin (17/2/2020).

 Baca juga: Demi Kelancaran, Pengemudi Diimbau Tidak Ambil Gambar Longsor di Dekat Tol Cipularang

Selain itu, PVMBG mengeringkan genangan air baik di utara dan selatan jalan tol. Kemudian, membersihkan dan memperbaiki saluran drainase yang tersumbat serta melakukan evaluasi gorong-gorong yang masih berada di atas lembah.

Perlu perbaikan dan pembuatan sistem drainase yang kedap air yang mengikuti alur air pada area pesawahan yang berada di hulu (utara) hingga bagian permukiman di hilir (selatan).

Selain itu perlu dilakukan penyelidikan geologi teknik atau geoteknik untuk proteksi lereng dengan rekayasa vegetasi atau rekayasa engineering yang bisa berupa sheetpile atau borepile.

Melakukan pemantauan deformasi sebagai upaya mitigasi dini terhadap tubuh jalan tol. Kemudian melakukan juga pemantauan terhadap retakan, rembesan air, mata air baru, mata air lama menjadi keruh, pohon atau tiang yang miring, lereng yang menggembung, runtuhan batu kecil dan gejala-gejala awal terjadinya pergerakan tanah.

"Sosialisasi terhadap masyarakat dan pengguna jalan dalam rangka peningkatan kewaspadaan dan kapasitas masyarakat. Dan evaluasi penataan ruang sangat perlu dilakukan dan memperhatikan aspek bencana," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini