Singapura dan Malaysia Bakal Semarakkan Festival Pulau Penyengat 2020

Wilda Fajriah, Okezone · Selasa 18 Februari 2020 15:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 18 1 2170365 singapura-dan-malaysia-bakal-semarakkan-festival-pulau-penyengat-2020-iruwQ03gaj.jpg Festival Pulau Penyengat 2020 (Foto: Kemenparekraf)

JAKARTA – Festival Pulau Penyengat 2020 diprediksi berlangsung semarak karena kontestan mancanegara akan hadir. Singapura dan Malaysia dikabarkan akan mengirimkan delegasi budayanya.

Festival Pulau Penyengat akan digelar di Pulau Penyengat, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, pada 19-21 Maret 2020. Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau Buralimar memperkirakan event tersebut akan diramaikan oleh wisatawan mancanegara (wisman).

Edisi ke-5 Festival Pulau Penyengat menawarkan tema Warisan Kebesaran Engku Putri Raja Hamidah. Turunannya berupa konten Lomba Baca Gurindam XII, Napak Tilas, Jong, Pentas Seni, hingga Pameran.

Festival itu semakin spesial berkat sajian budaya dari Singapura dan Malaysia. Singapura telah memilih Sanggar Sriwana, lalu Malaysia mengirim Sanggar Majelis Kebudayaan Daerah Johor Bahru.

1

“Kehadiran Singapura dan Malaysia kembali di Festival Pulau Penyengat 2020 jadi momen luar biasa. Festival ini menjadi panggung persahabatan lintas bangsa dan negara. Kalau ditarik ke situasi sekarang, mereka menjadi penegas Tanjungpinang, Kepulauan Riau, bahkan Indonesia bebas Virus Korona. Hal ini akan semakin bagus,” ucap Bulimar.

Sanggar Sriwana akan dua kali tampil di Festival Pulau Penyengat 2020. Pertama pada Kamis 19 Maret 2020 malam dengan menampilkan pentas seni ‘Dendang Anak Penyengat’. Memiliki ikatan psikologis budaya, Pulau Penyengat memang bukan destinasi asing bagi mereka. Pada Festival Pulau Penyengat 2019, mereka juga hadir sebagai peserta.

Tahun lalu, Sanggar Sriwana menampilkan lima tarian. Beberapa tarian yang disajikan bahkan diklaim berumur tua dan mulai langka. Sebut saja Tari Selendang Mayang dan Tarian Istana.

“Kami tentu sangat gembira karena Singapura dan Malaysia bergabung di Festival Pulau Penyengat di tahun ini. Dukungan mereka luar biasa dan harus diapresiasi. Sebab, kami harus menjaga pergerakan wisman agar tetap kompetitif. Dengan munculnya wabah Virus Korona yang melanda dunia, tentu jadi sesuatu yang tidak mudah,” kata Kepala Dinas Pariwisata Budaya (Kadisparbud) Tanjungpinang Surjadi menambahkan.

Sanggar Sriwana juga akan menutup rangkaian Festival Pulau Penyengat 2020 pada Sabtu 21 Maret mendatang di Balai Adat, Pulau Penyengat.

Lebih lanjut nuansa Melayu diperkirakan akan semakin kental di festival ini karena kehadiran Sanggar Majelis Kebudayaan Daerah Johor Bahru. Mereka akan menampilkan kekayaan seni dan budaya khas Negeri Jiran pada Jumat 20 Maret 2020 malam.

“Penyelenggaraan Festival Pulau Penyengat 2020 tetap meriah. Kontennya menarik, apalagi pesertanya lintas bangsa dan negara. Kami optimistis pergerakan wisman akan positif,” ucap Surjadi lagi.

“Bergabungnya Singapura dan Malaysia menjadi nilai plus bagi Festival Pulau Penyengat 2020. Pamor dan kualitas event ini tetap terjaga. Event akan produktif dengan pergerakan wisatawannya. Apalagi delegasi Singapura dan Malaysia besar. Kedua negara ini tetap pasar potensial bagi pariwisata di sana,” kata Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelengggara Kegiatan (Event) Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Rizki Handayani.

Singapura dan Malaysia memang pasar penting bagi industri pariwisata di Tanjungpinang dan Kepri. Mengacu data Badan Pusat Statistik, pergerakan wisatawan Singapura ke Kepri mencapai 1,31 Juta pada 2019. Angka itu memiliki porsi terbesar 48,52% dari total wisman di Kepri. Adapun Malaysia berada di strip kedua dengan 302.837 orang dan memiliki slot 10,57% dari jumlah total. (cm)

(abp)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini