nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Melawan ketika Ditangkap, Pelaku Pembacokan di Kulonprogo Terpaksa Ditembak

Kuntadi, Jurnalis · Rabu 19 Februari 2020 18:54 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 19 510 2171047 melawan-ketika-ditangkap-pelaku-pembacokan-di-kulonprogo-terpaksa-ditembak-Kl6W0KJ1XC.jpg Ilustrasi penangkapan pelaku pembacokan. (Foto: Shutterstock)

KULONPROGO – ABE (27), satu pelaku pembacokan di Kecamatan Nanggulan, Kabupaten Kulonprogo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, terpaksa ditembak kakinya karena melawan dan berusaha kabu ketika ditangkap. Tersangka dibekuk saat berada di Terminal Bus Giwangan, Yogyakarta, pada Selasa 18 Februari 2020 malam.

Kini petugas masih memburu satu tersangka lain dengan inisial CAK. Sedangkan tersangka lainnya, SY, sudah menyerahkan diri ke Mapolda DIY beberapa hari lalu.

Baca juga: 2 Warga Kulonprogo Jadi Korban Pembacokan, Polisi Kantongi Identitas Pelaku

"Semalam kita tangkap di Terminal Giwangan. Kita terpaksa menembak sesuai prosedur," jelas Kapolres Kulonprogo AKBP Tartono ketika memberikan keterangan resmi di kantornya, Rabu (19/2/2020).

Kasus penganiayaan yang dilakukan ketiga pelaku yakni SY, ABE, dan Cak dilakukan pada 1 Februari 2020. Korbannya adalah Marsudi dan Muhammad Aprianto, warga Nanggulan, Kulonprogo. Mereka menderita luka bacok di bagian tangan dan kepala.

Usai kejadian, polisi langsung melakukan penyelidikan dan mengarah pada keterlibatan SY. Namun ketika dilakukan penangkapan, pelaku tidak berada di rumahnya.

Usai kejadian pelaku justru kabur dan tidak pernah kembali. Petugas hanya mengamankan beberapa barang bukti seperti motor, senapan angin, dan dua pedang.

Baca juga: Tak Terima Dimarahi, Anak Bacok Ayah Kandung Penyandang Tunanetra 

Hingga akhirnya SY menyerahkan diri ke Mapolda DIY dalam perkara lain. Sedangkan tersangka lainnya yaitu Cak masih buron.

"Kami sudah tetapkan menjadi DPO, dan kami sarankan menyerahkan diri. Di mana pun keberadaannya, polisi akan mencarinya," jelas dia.

Sementara tersangka ABE merupakan residivis kasus pencurian di Sleman. Tiga tersangka ini merupakan satu geng. Mereka terlibat permasalahan dengan geng lain yang ada di Nanggulan. Hingga akhirnya ketiganya mencari dengan membawa senapan angin dan pedang.

"Modusnya geng yang saling bermusuhan," ungkapnya.

Baca juga: Diduga Rebutan Pengolahan Limbah, Massa Antar-Kades Saling Bacok 

Atas perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan Pasal 170 KUHP atau Pasal 351 tentang Pengeroyokan atau Penganiayaan. Ancaman hukumannya maksimal sembilan tahun penjara.

Sementara tersangka ABE mengaku saat kejadian dalam kondisi mabuk. Dia ikut SY mencari seseorang yang merupakan musuh gengnya. Apalagi dia juga sempat menjadi korban penganiayaan dari yang dicari oleh SY.

"Saya hanya ikut setelah diajak teman," ucapnya.

Baca juga: Pemuda Asal Mentawai Ditebas Samurai oleh Orang Tak Dikenal 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini