Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Gempa Tasikmalaya Akibat Aktivitas Zona Subduksi Lempeng Indo-Australia

CDB Yudistira , Jurnalis-Jum'at, 21 Februari 2020 |09:35 WIB
Gempa Tasikmalaya Akibat Aktivitas Zona Subduksi Lempeng Indo-Australia
Ilustrasi gempa. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

BANDUNG – Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, pada pukul 07.57 WIB, Jumat 21 Februari 2020. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini berkekuatan magnitudo 4,9.

Episenter titik gempa terletak pada titik koordinat 8,17 lintang selatan dan 107,50 bujur timur. Tepatnya berpusat di laut dengan jarak 112 kilometer barat daya Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, dengan kedalaman 11 km.

Baca juga: Tasikmalaya Diguncang Gempa Bermagnitudo 4,9 

Dijelaskan, setelah memerhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas zona subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia.

"Dampak gempa bumi berdasarkan laporan masyarakat berupa guncangan dirasakan di wilayah Garut, Tasikmalaya, dan Pangandaran dengan skala intensitas II-III MMI. Getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda bergantung bergoyang," ungkap Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kasbani dalam keterangannya, Jumat (21/2/2020).

"Di wilayah Sukabumi dengan skala intensitas III MMI. Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan truk berlalu. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," sambungnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement