Saat para siswa tengah melakukan susur sungai, tiba-tiba arus air menerjang. Meningkatnya volume air Sungai Sempor ini akibat kiriman dari hulu sungai.
"Kejadian ini pembelajaran buat semuannya. Apabila akan melakukan kegiatan penyusuran sungai, ini harus dilakukan oleh orang dewasa dan terlatih. Anak-anak dan remaja dilarang untuk melakukan penyusuran sungai mengingat sangat berisiko tinggi," katanya.
Baca Juga: Sejumlah Siswa SMPN 1 Turi Tenggelam saat Susur Sungai, Warga: Tiba-Tiba Ada Air
Idelanya, ungkap Agus, susur sungai dilakukan saat musim kemarau. Ketika ini dilakukan pada musim hujan, risiko air menjadi tinggi.
"Apabila hujan terjadi di sekitar hulu sungai akan berdampak pada arus dan volume air sungai hingga ke bagian hilir,"terangnya.
Sedangkan enam korban meninggal dalam insiden tersebut adalah Sofia Aulia, Kelas VIII, alamat Sumberejo. Arisma, Kelas VII, alamat Ngentak Tepan. Nur Azizah, Kelas VIII, alamat Kembang Arum. Latifa, alamat Kembang Arum. Sedangkan dua orang korban tewas lainnya belum teridentifikasi.
(Fiddy Anggriawan )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.