Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ganjar Siap Bantu Evakuasi Korban Susur Sungai di Sleman

Taufik Budi , Jurnalis-Sabtu, 22 Februari 2020 |00:40 WIB
Ganjar Siap Bantu Evakuasi Korban Susur Sungai di Sleman
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (foto: Okezone)
A
A
A

SEMARANG - Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyatakan siap membantu proses pencarian dan evakuasi korban susur sungai siswa SMPN 1 Turi Sleman. Pihaknya tekah menghubungi BPBD Jateng untuk berkoordinasi dengan BPBD DIY.

"Kami siap bantu melakukan pencarian dan sebagainya apabila dibutuhkan. Meskipun kami yakin, BPBD DIY sudah memiliki tim yang sangat bagus, tapi kami siap membantu apabila dibutuhkan," kata Ganjar, Jumat (21/2/2020).

Baca Juga: Siswa SMP 1 Turi Sleman Tewas Terseret Sungai Sempor Bertambah, Total 6 Orang 

Dia pun menyampaikan duka cita mendalam atas kejadian nahas yang menimpa ratusan siswa SMPN 1 Turi Sleman itu. Ratusan pelajar itu dihantam banjir bandang. Enam pelajar dilaporkan meninggal dunia, enam lainnya menderita luka-luka, dan lima pelajar masih belum ditemukan.

"Saya turut berduka cita atas peristiwa hanyutnya siswa SMPN 1 Turi ketika mengikuti susur sungai. Sampai malam ini saya ikuti perkembangannya, beberapa teman juga terus memberikan laporan," kata Ganjar.

Atas peristiwa nahas itu, Ganjar mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati melakukan kegiatan di alam terbuka. Mengingat, cuaca saat ini tidak bisa diprediksi dan tergolong masih ekstrem.

"Hati-hati betul karena cuaca seperti ini. Para pembina pramuka, guru dan lainnya harus menghitung persis kondisi alam apabila mau melakukan kegiatan petualangan," terangnya.

Baca Juga: Ganjar Sampaikan Duka atas Tragedi Siswa SMPN 1 Turi Sleman 

Sebab menurutnya, risiko petualangan di alam bebas sangat besar, apalagi saat musim seperti sekarang. Untuk itu, semua harus disiapkan dan dihitung betul agar tidak terjadi peristiwa serupa.

"Mungkin itu penting untuk belajar bagaimana hidup di alam. Tapi kalau kondisinya membahayakan, lebih baik ditunda. Atau kalau memang harus dilakukan, harus dihitung betul dan dikawal oleh mereka-mereka yang ahli yang mengerti potensi yang membahayakan," pungkasnya.

(Fiddy Anggriawan )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement